ENAROTALI – Kantor Perberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Paniai menggandeng sejumlah organisasi wanita di daerah itu, beraksi memberantas minuman keras (Miras) di Kabupaten Paniai, Senin (10/8) kemarin. Organisasi yang digandeng antara lain, PKK, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), ibu-ibu Bhayankara, ibu-ibu Persit, WKRI, ibu-ibu perkawan, ibu-ibu gereja Betel Indonesia, Gereja Santun, Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII), Gereja Golgota, GPDI Pentakosta, Antiokia, Dharma Wanita Paniai, Organisasi Perempuan Peduli Kasih Paniai Plt. Kepala Dinas PPPA Kabupaten Paniai, Fifian Gobai, S.IP, mengatakan, kegiatan yang digelar ini merupakan bentuk perhatiannya terhadap Kabupaten Paniai. Karena di Kabupaten Paniai banyak masalah yang menyangkut ketertibaan umum, masalah-masalah moral seperti praktek prostitusi yang sudah ada dimana mana, judi dan togel, dadu dan lainnya. Masalah-masalah ini merusak karakter orang Paniai dan ini bukan budaya orang Paniai.

"Kami merasa bentuk kepedulian kami memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa hal-hal ini tidak baik. Hal-hal ini juga tidak diajarkan oleh leluhur dan orang tua kita dan firman Tuhan pun menantang hal-hal itu," kata Gobai saat wawancara di lapangan aksi.

Lanjut Gobai, pihaknya memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus membuka mata hati orang-orang yang punya tugas di balik ini semua. Pihak-pihak yang mempunyai tugas kenapa tidak melakukan tindakan ini, sedangkan tanah ini sudah diberkati Tuhan dan ini bukan budaya orang Paniai.

“Kegiatan seperti ini awal pertama pikiran kami dan juga memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-75 dan kami merasa ini pas karena kami bilang merdeka tetapi kelihatan kami belum merdeka. Terbukti bahwa kami perempuan-perempuan masih dipukul suami, dibedakan gender perempuan dan laki-laki, anak-anak masih terlantar. Sehingga kami merasa belum merdeka, maka dengan aksi ini kita pun merdeka secara pribadi," paparnya.

Dengan digelarnya aksi ini, dia berhara masyarakat Paniai memberikan edukasi agar dalam diri ada kesadaran bahwa hal-hal ini tidak baik. Dirinya juga berpesan kepada orang-orang yang mempunyai tugas di balik ini semua dalam hal keamanan TNI dan Polri, OPD-OPD, lembaga-lembaga lain diajak supaya selanjutnya harus melaksanakan tugas seperti yang ditugaskan kepada mereka. Pada kesempatan yang sama, Danramil 1702 Enarotali mengatakan, dirinya baru bertugas empat bulan menggantikan seniornya. Dirinya sangat berharap bisa menghapus Miras, prostitusi dan berbagai macam perjudian di Kabupaten Paniai.

"Saya beberapa sekali melakukan penangkapan Miras dan sudah kami serahkan kepada polisi. Hari ini saya sangat bahagia karena ibu Ketua Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, ibu bupati, serta organisasi-organisasi perempuan Kabupaten Paniai bisa aksi bersama memberantas Miras. Hari ini kami mendapat 100 botol Miras. Kami hancurkan bersama-sama disamping lapangan bola Karel Gobai Paniai,” ujarnya.

Salah satu peserta aksi, Kepala SD YPPK Komopa, Ibu Yulita Pekei, S.Pd mengatakan, pihaknya tidak ingin suami memukul istri, Pihaknya tidak ingin Miras dan aibon meraja lela, dan dirinya juga tidak ingin di Kabupaten Paniai banyak masalah sosial. "Dengan aksi perempuan Papua Paniai ini kami ingin memberantas semua penyakit yang ada di Kabupaten Paniai agar Paniai menjadi aman damai bersih dan tenang," tutup Pekei. (tek/eby)