NABIRE - Menanggapi pernyataan Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire terkait dengan rencana evaluasi semua dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Kabupaten Nabire, maka hal ini kembali ditanggapi Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago Provinsi Papua Tengah, Melkias Keiya.

Di mana, kepala suku besar wilayah Adat Meepago meminta dan menyarankan agar program MBG yang sudah berjalan beberapa waktu lalu sebaiknya disosialisasikan terlebih dahulu kepada orang tua murid melalui masing-masing sekolah dan badan pengurus komite, bukan dievaluasi seperti yang dikatakan Plt Sekda Kabupaten Nabire.

Sebab berdasarkan data di lapangan hingga saat ini tidak semua murid itu terima program MBG, sehingga sebagai kepala suku besar wilayah adat Meepago meminta agar program MBG yang sudah berjalan harus kembali disosialisasikan, agar program MBG ini benar-benar diterima oleh masyarakat alias orang tua murid.

Demikian bunyi siaran pers yang ditulis Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago, Melkias Keiya, SH, yang dikirim via WA kepada Papuapos Nabire akhir pekan lalu, seraya menambahkan program MBG kini masih berada di tahap awal implementasi, sehingga membutuhkan waktu, pemahaman serta penyesuaian di tingkat masyarakat.

Oleh karena itu, langkah yang lebih trategis saat ini adalah pemberian kepercayaan kepada pihak sekolah sebagai pelaksana utama di lapangan, karena sekolah dinilai memiliki posisi yang sangat penting dalam hal berhubungan langsung dengan siswa/siswi bersama orang tua murid yang bisa juga lewat pengurus komite.

Karena dengan peran tersebut pihak sekolah diharapkan dapat terlebih dahulu dilaksanakan sosialiasi secara menyeluruh kepada orang tua atau wali murid terkait tujuan, manfaat dan mekanisme yang telah diprogramkan pemerintah pusat melalui program MBG agar benar–benar dipahami. 

Sebelum dilakukan evaluasi, program MBG sebaiknya disosialisasikan yang baik kepada wali murid agar tidak terjadi kesalapahaman di Tengah masyarakat, pendekatan komunikasi yang baik dan partisipatif akan memperkuat dukungan masyarakat terhadap program tersebut, dengan demikian pelaksanaan program MBG dapat berjalan secara efektif, tepat sasaran dan memberikan dapak positif bagi dunia pendidikan di wilayah Papua Tengah.

Untuk itu, kirannya pernyataan ini menjadi perhatian penting bagi seluruh pemangku kepentingan yang ada di wilayah Kabupaten Nabire agar dapat mengedepankan proses edikasi dan sosialisasi sebelum mengambil langkah evaluatif dalam tahap pengembangan.(des)