NABIRE - PT. Modern Widya Tehnical telah menyelesaikan pekerjaan tambahan landasan pacu (runway) Bandara Douw Aturure sepanjang 900 meter secara fisik 100%, tepat waktu. Pembangunan ini merupakan salah satu proyek penting untuk meningkatkan infrastruktur transportasi udara di wilayah Papua Tengah.

Pimpinan PT. Modern Widya Tehnical Perwakilan Nabire, Edi Triyanto, mengatakan, pekerjaan penambahan runway Bandara Douw Aturure sudah selesai sejak bulan Desember 2024 lalu.

"Dari kami selaku pelaksana penambahan landasan pacu Bandara Douw Aturure dari sisi fisik sudah selesai 100%. Kami juga sudah melakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima dengan pemerintah pada tanggal 27 Desember 2024 lalu," kata Edi Triyanto pada saat diwawancarai di kantornya, Senin (28/4/25).

Edi juga menambahkan, setelah proses serah terima, selama enam bulan ke depan PT. Modern masih bertanggung jawab untuk masa pemeliharaan runway tersebut.

"Kami akan memastikan bahwa runway yang telah dibangun dapat berfungsi dengan baik dan aman untuk digunakan," tambah Edi.

Edi Triyanto juga memberitahu sudah ada tim verifikasi Direktorat Pekerjaan Umum (DPU) dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dari Jakarta yang telah meninjau ke lapangan untuk mengecek kelayakan pekerjaan penambahan landasan pacu Bandara Douw Aturure.

"Tim verifikasi DPU dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga sudah meninjau langsung untuk mengecek kelayakan landasan pacu yang kami kerjakan. Masih ada kekurangan-kekurangan sedikit itu juga sudah kita benahi dan sudah kita laporkan lagi ke tim verifikasi," ujar Edi.

Info yang didapatkan PT. Modern, surat rekomendasi untuk kelayakan landasan pacu dari tim verifikasi sudah dikeluarkan oleh tim DPU dan diterima oleh Kepala Bandara dan sudah ada rekomendasi bahwa landasan pacu sudah siap digunakan.

Pekerjaan penambahan runway Bandara Douw Aturure memakai anggaran tahun 2024 dan PT. Modern menandatangani kontrak di bulan Juli dan pekerjaan tersebut selesai pada bulan Desember.

Edi juga mengatakan, kendala selama pengerjaan penambahan landasan pacu Bandara Douw Aturure secara teknis tidak ada. Namun menghadapi beberapa kendala non teknis seperti cuaca yang kurang bersahabat sehingga mengakibatkan pekerjaan sedikit terhambat. Meskipun demikian, tim PT. Modern Widya Tehnical dapat mengatasi kendala tersebut dengan baik dan menyelesaikan proyek tepat waktu.

"Kendala selama pengerjaan secara teknis tidak ada masalah. Namun kami bekerja di bandara yang sudah beroperasi jadi untuk ruang lingkup pekerjaan yang berjarak 200 meter dari area runway yang lama, kami mulai bisa kerja pada jam selesai penerbangan, sekitar jam setengah lima sore, tapi kami sudah atur skedul dan kita bisa laksanakan," ucap Edi.

Edi Triyanto juga menjelaskan dalam pengerjaan penambahan runway 900 meter tersebut terdapat keberadaan kayu logging di bawah yang mengakibatkan landasan yang dikerjakan tidak padat.

"Dalam pengerjaan landasan ini kami menemukan kayu logging di bawah di kedalaman tiga meter yang menyebabkan landasan yang sudah jadi tapi masih goyang. Kami gali ulang ambil kayu-kayu logging di bawah dan kami timbun kembali supaya landasan menjadi kuat dan aman," Jelas Edi Triyanto.

Edi Triyanto mewakili PT. Modern Widya Tehnical mengucapkan terima kasih atas kepercayaan untuk mengerjakan tambahan runway Bandara Douw Aturure.

"Kami berterima kasih atas kepercayaan dalam pekerjaan ini. Kami mengerjakan landasan pacu ini dengan semaksimal mungkin, dalam masa enam bulan setelah serah terima, kalau ada kekurangan-kekurangan sedikit kami juga masih mempunyai tanggung jawab untuk masa pemeliharaan. Dan semoga dengan adanya penambahan landasan pacu ini dapat bermanfaat bagi semua masyarakat Papua Tengah supaya transportasi ke luar dan dalam Nabire dapat berjalan dengan lancar. Semoga penambahan landasan pacu ini dapat dipergunakan dengan maksimal," harapnya.

Lanjut Edi Triyanto, dirinya juga berharap agar ada pengembangan-pengembangan lainnya di penamabahan landasan pacu Bandara Douw Aturure ini karena secara teknis untuk lebar landasan pacu masih ada kekurangan, posisi sekarang di 30 meter, bisa diperlebar menjadi 45 meter supaya lebih aman lagi.(pal)