ILAGA – Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten Puncak membuka seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda), bersamaan dengan delapan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau Eselon II B. Sebanyak 25 peserta kini bersaing melewati tahapan asesmen untuk merebut posisi strategis di lingkungan Pemkab Puncak.

Tahapan asesmen Seleksi Terbuka JPT Pratama tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Puncak melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) selama tiga hari di Hotel Horison Ultima Timika, 22–24 Oktober 2026.

Sekretaris BKPSDM Kabupaten Puncak, Eliaser H.U. Blegur, mengatakan pelaksanaan seleksi tersebut menjadi tonggak baru dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak.

“Seleksi terbuka kali ini merupakan yang pertama dilaksanakan di Kabupaten Puncak untuk pengisian jabatan Sekretaris Daerah,” ujar Eliaser.

Selain jabatan Sekda, Pemkab Puncak membuka delapan posisi JPT Pratama Eselon II B, yakni Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Kepala BKPSDM serta empat jabatan Staf Ahli Bupati.

Empat posisi Staf Ahli tersebut meliputi Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan, Bidang Ekonomi, Bidang Sumber Daya Manusia serta Bidang Pendidikan.

Menurut Eliaser, sebanyak 25 orang mengikuti rangkaian seleksi Sekda dan JPT Pratama Eselon II B.

Untuk asesmen jabatan Sekda dilaksanakan selama tiga hari, sedangkan asesmen bagi peserta JPT Pratama Eselon II B berlangsung selama dua hari.

Ukur Kompetensi Peserta

Eliaser menjelaskan asesmen merupakan tahapan awal untuk mengukur kompetensi dan kemampuan peserta sebelum memasuki tahapan seleksi berikutnya.

Ia menyebut pelaksanaan seleksi terbuka ini merupakan pengalaman baru bagi Pemkab Puncak. Karena itu, proses tersebut diharapkan menjadi pembelajaran sekaligus dapat terus disempurnakan pada pelaksanaan seleksi berikutnya.

Setelah asesmen rampung, Panitia Seleksi (Pansel) akan melanjutkan tahapan dengan penilaian rekam jejak, penulisan makalah dan wawancara.

Dari seluruh rangkaian seleksi tersebut nantinya ditetapkan tiga kandidat terbaik untuk masing-masing jabatan. Nama-nama tersebut kemudian disampaikan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK), dalam hal ini Bupati Puncak, sebagai dasar dalam menentukan pejabat yang akan dipilih.

“Ini merupakan tahap awal. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik dan memberikan hasil terbaik,” kata Eliaser.

Terapkan Sistem Merit

Ia menegaskan seleksi terbuka dan kompetitif tersebut merupakan bagian dari penerapan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pelaksanaannya mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020, serta Peraturan Menteri PANRB Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pengisian JPT Secara Terbuka dan Kompetitif.

Melalui mekanisme tersebut, pengisian jabatan pimpinan tinggi diharapkan benar-benar didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, kinerja dan integritas calon.

Sementara itu, jadwal tahapan lanjutan masih menunggu informasi dari Panitia Seleksi. Menurut Eliaser, penjadwalan perlu disesuaikan karena sejumlah anggota Pansel juga terlibat dalam pelaksanaan seleksi terbuka di beberapa daerah di Tanah Papua.

BKPSDM Kabupaten Puncak mengimbau seluruh peserta menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri dengan baik agar dapat mengikuti seluruh tahapan seleksi hingga selesai.

Seleksi perdana Sekda secara terbuka ini diharapkan menjadi langkah penting dalam menghadirkan aparatur yang kompeten, profesional dan berintegritas untuk memperkuat tata kelola pemerintahan serta mempercepat pelayanan pembangunan bagi masyarakat Kabupaten Puncak. (Ist)