NABIRE – Kepala Kampung Wanggar Sari, Purwoko berhasil tembus ke Jakarta, pemerintah pusat untuk membangun Balai Kampung. Perjuangannya membuahkan hasil, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) Republik Indonesia membangun Balai Kampung Wanggar Sari dengan dana Rp1 miliar dalam tahun anggaran 2017 lalu. Balai kampung tersebut menjadi satu-satunya balai kampung yang dibangun dengan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) di Kabupaten Nabire.Purwoko saat ditemui di Balai Kampung, Senin (9/4), mengisahkan ide untuk mengajukan permohonan untuk pembangunan balai kampung ini muncul berkat informasi dari media, bahwa ada program dari pemerintahan Presiden Joko Widodo bisa membantu daerah untuk membangun kantor desa bagi desa/kampung yang membutuhkan bantuan pembangunan kantor. Purwoko juga mengajukan permohonan balai kampung Wanggar Sari ke pemerintah pusat melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nabire. Hanya selang beberapa waktu, Purwoko pun mendapat laporan dari Kementerian PU bahwa permohonan sudah dijawab.Ketika Dinas PU Nabire menyampaikan kepastian jawaban permohonannya, Purwoko menjawab, Purwoko bukan kontraktor dan bukan juga Dinas PU hanya seorang kepala kampung karena itu, tahu hanya menerima kunci Balai Kampung setelah sudah jadi menurut draf yang ada. Kalau suruh kerja, bisa berubah dari draf yang ada. Karena itu, Purwoko memilih siap menerima kunci balai kampung yang dibangun sesuai dengan draf.Pembangunan Balai Kampung Wanggar Sari dikerjakan sejak awal 2017 sehingga kini berdiri sebuah balai kampung megah di jalan poros Wanggar Sari. Gedung Balai Kampung berukuran 12x15 meter dibangun dengan dana APBN tersebut di areal fasilitas kampung yang sudah disediakan sejak awal pembukaan lokasi Transmigrasi SP B Wanggar.Purwoko didampingi Sekretaris Kampung, Rohani dan Kepala Urusan Pembangunan, Willem Muyapa menuturkan, pagar dan kelengkapan di dalam kantor seperti meubelir dan kursi disediakan oleh kampung dengan dana kampung tahun anggaran 2017 lalu. Pemerintah pusat melalui Dinas PU Kabupaten Nabire hanya membangun gedung balai, tidak ada isi. Oleh karena itu, isi bangunan bersama kelengkapan lainnya dilengkapi melalui dana kampung.Balai Kampung Wanggar Sari tidak sekedar megah gedungnya, tetapi isi di dalam juga memberi kesan seimbang dengan pemandangan luar. Karena, dengan dana kampung tahun lalu, kepala kampung bersama aparatnya melengkapi balai kampung tersebut dengan meja biro dan kursi lipat besi. Tak hanya itu, di dalam balai terdiri atas aula dengan ukuran 12x15 meter plus kantor itu juga sudah dilengkapi dengan televisi dan lampu.Selain gedung, dengan dana kampung 2017 lalu, Kepala Kampung Purwoko bersama aparatnya memagari kompleks balai kampung dengan pagar tembok keliling dilengkapi pintu masuk kantor. Sejak berdirinya balai kampung Wanggar Sari bantuan Kemen PU, Purwoko menambahkan, balai kampung ini sudah mulai dilirik dari pemerintah distrik dan kabupaten untuk menjadikan balai kampung Wanggar Sari sebagai sentral pertemuan/rapat untuk kawasan Wanggar dan rapat kampung tingkat kabupaten. (ans)