Puskesmas Modio Dibakar Akibat Kelalaian Dinkes Dogiyai
NABIRE - Dibakarnya Puskesmas Modio, Distrik Mapia Tengah oleh masyarakat setempat beberapa saat lalu merupakan kelalaian Dinas Kesehatan (D
Bagikan
NABIRE - Dibakarnya Puskesmas Modio, Distrik Mapia Tengah oleh masyarakat setempat beberapa saat lalu merupakan kelalaian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Dogiyai. Akibat tidak adanya pengawasan dari Dinkes kepada staf di lapangan sehingga petugas di lapangan lalai melaksanakan tugas dan tidak berada di tempat tugas. Masyarakat kesal dan membakar Puskesmas Modio sebagai bentuk kekecewaaan atas pelayanan kesehatan selama ini.Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai, Yusak Ernest Tebay di Nabire, Senin (27/8) mengatakan masyarakat membakar Puskesmas karena kecewa dengan pelayanan kesehatan oleh staf kesehatan di lapangan. Mengapa tidak ada pelayanan di lapangan, perlu dicermati oleh Dinas Kesehatan Dogiyai. Sebagai instansi yang mengelola pelayanan kesehatan kepada masyarakat, peristiwa dibakarnya Puskesmas Modio sebagai imbas dari kelalaian Dinkes untuk melaksanakan pengawasan dan pembinaan kepada staf di lapangan sebagai ujung tombak dari pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Akibat tidak ada monitoring dan pengawasan di lapangan, petugas di Puskesmas juga tidak menjalankan tugas dengan baik bahkan jarang berada di tempat tugas.Yusak menilai tidak disiplinnya petugas medis di tempat tugas sehingga tidak ada pelayanan kesehatan. Akibat kekecewaan masyarakat atas tidak disiplinnya petugas lapangan melayani masyarakat sehingga bisa terjadi pembakaran seperti yang terjadi di Puskesmas Modio. Kasus pembakaran Puskesmas tersebut sebagai akibat dari ketidakpercayaan pola kerja antara atasan dan staf. Tidak ada warna kepemimpinan di lingkungan dinas yang bisa membedakan antara pimpinan, bawahan dan staf sehingga tidak ada pola kerja yang berlandaskan manajemen yang membedakan antara atasan, staf dan bawahan. Ketika ada kepemimpinan, ada warna antara bawahan, staf dan pimpinan akan ada komunikasi antara staf dan bawahan sehingga tugas pelayanan di lapangan berjalan lancar tanpa adanya hambatan.Sekalipun gedung Puskesmas Modio sudah dibakar oleh warga beberapa pekan lalu, karena tidak ada pelayanan kesehatan, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Dogiyai, Yusak Ernest Tebay meminta kepada Dinkes Dogiyai agar semua staf dan tenaga honorer yang ditempatkan di Puskesmas Modio dikembalikan ke tempat semula. Dan kelalaian dinas kesehatan yang mengakibatkan terbakarnya Puskesmas hendaknya dievaluasi kembali terutama menyangkut pengawasan, monitoring dan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di lapangan di seluruh wilayah Kabupaten Dogiyai. Ketua Komisi B juga meminta sebelum mengambil langkah dan kebijakan dari instansi mitra Komisi B, seperti Dinas Kesehatan dan Pendidikan agar hendaknya koordinasi dengan legislatif sebelumnya. Karena, pengalaman selama ini, mitra komisi jarang koordinasi dengan legislatif dan mitra mau koordinasi dengan komisi DPRD ketika ada kendala di lapangan. (ans)
Bagikan artikel ini



