NABIRE - Reses I tahun 2025, anggota DPRP Papua Tengah, Katherin Maruanaya di Kampung Samabusa RT 16 disambut hangat oleh masyarakat di kampung tersebut, Senin (24/03/25). Bersama warga Masyarakat, anggota DPRP Papua Tengah yang juga politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menggelar Bakar Batu bersama warga sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan.  

Katherin Maruanaya dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat Kampung Samabusa RT 16 yang sudah menyambut dengan hangat kedatangannya di Kampung Samabusa. Dan melalui reses I DPRP Papua Tengah di Kampung Samabusa ini, aspirasi yang diajukan oleh masyarakat, khususnya di RT 16 dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

“Bersyukur pada hari ini saya bisa hadir di tengah-tengah warga masyarakat Kampung Samabusa RT 16, dan kita sama-sama menikmati berkat Tuhan melalui bakar batu bersama masyarakat di sini. Di sini juga ada anak saya Karel Tabuni yang juga anggota DPRD Nabire, mudah-mudahan dengan kolaborasi antara provinsi dan kabupaten ini, dapat mewujudkan harapan masyarakat untuk hadirnya pembangunan yang berkesinambungan di daerah ini,” ungkap Katherin.

Lanjutnya, program Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan hadirnya program pertanian dan peternakan di wilayah Kabupaten Nabire, DPRP Papua Tengah bisa mendorong Pemprov Papua Tengah melalui dinas terkait untuk melakukan survei lahan di wilayah Kampung Samabusa, demi ketersediaan pangan lokal di daerah.

“Jadi mungkin ibu-ibu, bapak-bapak di sini, kedepan bisa berusaha beternak ayam petelur, ayam pedaging atau mungkin sayur-sayuran, dan juga peternakan babi, sapi, ikan dan lain sebagainya. Dan mungkin kita buat kelompok pertanian maupun peternakan, dan saya akan mendorong itu melalui aspirasi yang bapak/ibu sampaikan kepada kami DPRP Papua Tengah,” ujarnya.

Menurutnya, ketersediaan pangan lokal di daerah Nabire sangat menjanjikan kedepannya. Kenapa, karena delapan wilayah kabupaten di wilayah Provinsi Papua Tengah sangat-sangat membutuhkan pangan lokal. Daripada mendatangkan pangan dari luar wilayah Papua Tengah dan Nabire lokasinya sangat luas untuk dijadikan lumbung pangan.

Masyarakat Kampung Samabusa RT 16 mengharapkan, agar DPRP Papua Tengah juga bisa membantu warga masyarakat untuk mengajukan aspirasi pembangunan rumah tinggal di wilayah Kampung Samabusa. Karena, rata-rata warga di Samabusa, khususnya di wilayah RT 16 masih kekurangan rumah hunian untuk warga. Rata-rata dalam satu rumah bisa ditempati 2, 3 sampai 4 keluarga. Hal inilah yang menjadi harapan besar warga Kampung Sambusa ke Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Katherin Maruanaya juga memberikan bantuan dana kepada GKII Laodekia Samabusa untuk pembangunan pastori, dimana bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Pembangunan GKII Laodekia Samabusa, Linius Murib.(cad)