NABIRE – Kedua jenasah yang sempat dilarikan ke RSUD Nabire pasca pertikaian antar suku di Topo, Selasa (6/6/23) siang diantarkan kembali ke Topo. Rombongan Muspida terlihat turut serta dalam iring-iringan rombongan yang mengantar kedua jenasah kembali ke Topo.

Perjalanan rombongan yang membawa kedua jenasah, turut dikawal oleh aparat keamanan TNI/Polri hingga sampai di Topo. Sesampainya di Topo, kedua jenasah ditahan oleh pihak keluarga sementara di Kantor Distrik Uwapa sambil menunggu cuaca yang saat itu sedang kurang baik.

Sementara itu, selain mengamankan situasi yang sempat memanas, pihak TNI/Polri juga melakukan negoasiasi kepada keluarga dan masyarakat agar tidak membuat keributan sebelum pemakaman kedua jenasah. Diharapkan kepada pihak keluarga untuk tetap tenang. Setelah proses pemakaman selesai akan berkumpul untuk menyelesaikan masalah yang sedang terjadi yang telah menelan dua korban jiwa. 

Kepada warga saat di halaman Kantor Distrik Uwapa, Asisten I Setda Papua Tengah, Ausilius You, menyampaikan, Pj Gubernur Papua Tengah turut berduka cita terhadap kedua korban meninggal dunia ini. 

“Pada sore ini sesungguhnya ibu Pj gubernur mau datang langsung, tapi ada kegiatan pertemuan mendesak sehingga ibu utus saya untuk datang langsung lihat bersama Kapolres, Dandim dan dan sejumlah pejabat lainnya,” kata dia.

Lebih lanjut dikatakan, Warga dan kita semua sama-sama luar biasa, sehingga dengan kebersamaan yang baik hal ini dapat dimengerti, sehingga kita sama-sama terima dan jenasah pun bisa disemayangkan di sini. Dan hasil rencana kesepakatannya kita bersama, jenasah akan dikuburkan besok (hari ini, red). 

“Saya sampaikan kita harus sama-sama mengerti dan memahami hal ini. Dengan kebersamaan masyarakat yang baik ini, tidak boleh dengar pihak ketiga untuk dimanfaatkan, kebersamaan yang ada tetap bisa dijunjung tinggi. Sekarang kita fokus dulu untuk acara pemakaman kedua jenasah ini,” ujarnya.

Sehubungan dengan persoalan tanah yang memicu jatuhnya korban jiwa, kata dia, agar dapat diselesaikan dengan baik. 

“Dan ini pesan dari ibu gubernur, kita sama-sama satu pikiran yang baik dalam kebersamaan kekeluargaan sebagai masyarakat Papua Tengah bagaimana persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Nabire, AKBP I Ketut Suarnaya, S.I.K., SH, juga menyampaikan jika kita semua  juga sangat bersedih atas kejadian ini. Namun apa yang terjadi ini kita harus mencari solusi kedepan. 

“Boleh kita melihat kebelakang untuk penyelesaian kedepan. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana sudara kita bisa diantarkan dengan tenang, dilakukan pengawalan sehingga tidak ada permasalahan yang timbul, fokus pada permasalahan kita untuk kita selesaikan,” ujarnya. (rob)