NABIRE - Menyambut peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire, Alumni Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) jebolan Rindam 17 Cenderawasih, Marsel Asyerem mengajak seluruh warga untuk kembali menanam dan memperkuat ketahanan pangan lokal. 

“Program ini bukan hanya tentang memberi makan anak-anak, tapi tentang menggerakkan ekonomi lokal. Kita harus menanam, memelihara dan mengolah hasil bumi sendiri. Ini saatnya Nabire bangkit lewat pangan,” ujar Marsel, Sabtu (30/8/2025). 

Program MBG direncanakan akan diluncurkan dalam waktu dekat dan akan menyasar pada peserta didik dan non-peserta didik di seluruh wilayah Nabire. Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas permasalahan gizi anak, sekaligus menggerakkan ekonomi daerah dengan melibatkan petani, nelayan, peternak dan pelaku UMKM lokal.

Marsel menambahkan bahwa program ini akan membuka peluang besar bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil bumi dan laut. Dengan meningkatnya kebutuhan pasokan makanan sehat dan bergizi, para pelaku UMKM lokal, seperti pengolah hasil pertanian, peternakan hingga produk olahan laut, akan merasakan peningkatan permintaan yang signifikan.

“Kalau sebelumnya hasil tani sulit dijual, sekarang justru dibutuhkan setiap hari. Ini peluang besar, mari kita manfaatkan bersama,” tegasnya.

Ia berharap agar Pemerintah daerah juga menyatakan komitmennya, untuk memastikan seluruh bahan makanan yang digunakan dalam program ini bersumber dari produksi lokal. Dengan begitu, perputaran ekonomi akan terjadi di dalam Nabire sendiri serta menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Program MBG tidak hanya membawa harapan untuk generasi muda agar tumbuh sehat dan cerdas, tapi juga memberikan angin segar bagi para petani, nelayan dan peternak lokal sebagai garda terdepan penyedia pangan bergizi.

“Dengan semangat gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat, Nabire bersiap menjadi contoh sukses pelaksanaan program nasional berbasis kemandirian pangan dan pemberdayaan ekonomi rakyat,” tutupnya.(edi)