Satgas Kaki Telanjang Syukuran di Puskesmas Denemani
DOGIYAI - Ibadah syukur dan perpisahan ‘Satuan Tugas (Satgas) Kaki Telanjang’ dilaksanakan di Puskesmas Denemani Dis
Bagikan
DOGIYAI - Ibadah syukur dan perpisahan ‘Satuan Tugas (Satgas) Kaki Telanjang’ dilaksanakan di Puskesmas Denemani Distrik Dogiyai Kabupaten Dogiyai belum lama ini. Tenaga perawat Dinas Kesehatan (Dinkes) Propinsi Papua ini kurang lebih selama delapan bulan ditempatkan di Puskesmas atau Pustu Pueta Distrik Kamu Selatan dan Denemani Distrik Dogiyai selanjutnya dilepas Kepala Dinkes Dogiyai Blasius Waine, M.Kes, mewakili pelaksana tugas Bupati Dogiyai, Herman Auwe, S.Sos. Acara perpisahan disertai ibadah syukur bersama warga dan karyawan kesehatan Denemani dan Pueta ini dipusatkan di Puskesmas Denemani Distrik Dogiyai sebagai akhir masa kontrak tenaga medis Dinkes Propinsi dengan istilah kaki telanjang atau tenaga terapung diawali dengan presentase bersama terkait temuan kategori kasus 10 besar penyakit dari Puskesmas Pueta dan Denemani. Dari 12 Pustu yang tersebar di Distrik Dogiyai dan Distrik Kamu Selatan itu, penyakit diantaranya diare, malaria, TB Paru dan lambung. Selain itu, penyakit cacingan, kesehatan lingkungan gizi buruk dan temuan angka Lanjut Usia (Lansia). Temuan 10 besar penyakit tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Dinas Kesehatan Propinsi Papua, termasuk falisitas kantor pengobatan dan peralatan medis tidak memadai menunjang menjadi keprihatinan di bidang kesehatan sebagai Pustu terluar dari perkotaan. Kedepan harus ada perubahan, ujar mereka. Perpisahan dan syukuran dibawah tema ‘Bertemu Berpisah, karena Rancangan Tuhan’. Karena tugas tak dikenal menjadi kenal, teman jauh ahkirnya dekat dan menjadi akrab. Menyatukan keterpaduan budaya dan karakter selama delapan bulan di tengah warga. Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan selamat. Dirinya, selanjutnya berjanji, bila ia kembali menjadi kepala dinas akan dibangun gedung dua (2) lantai dan bersedia melengkapi peralatan medis dan DPA tahun 2018 diusulkan 29 miliar Pustu Denemani yang dinilai layak sebagai daerah stategis di tengah masyarakat banyak mudah terjangkau. Walaupun ada Pustu yang paling terluar, ungkapnya seperti Pustu Sukikai Selatan, Distrik Utito termasuk Distrik Piyaye, lima distrik dari Mapia hanya Pukesmas Bomomani yang berada sekitar Dogiyai, Kamu Moanemani itu. “Dana di bidang kesehatan dan pendidikan yang besar selama ini belum ada fokus program hanya sekitar perkotaan yang bisa terjangkau saja, Seperti di Moanemani juga masih belum memadai,” katanya. Pada kesempatan itu, Blasius Waine kepada petugas lapangan dalam tugasnya untuk melakukan kunjung, imunisasi pelayanan dasar pengobatan, pelayanan Posyandu sosialisasi masalah hidup sehat atas nama pemerintah dan masyarakat menyampaikan terima kasih. “Semoga pelayanan anda selama delapan bulan di Pueta dan Denemani sebenarnya satu kelompok ditempatkan di Timepa Distrik Mapia Tengah. Medan yang begitu sulit dan jauh dari ibukota distrik, Kami tahan dan tempatkan Dipueta Distrik Kamu. Tuhan yang akan membalasnya dan tak lupa kami doakan anda, bertemu karena rancangan Tuhan, berpisahpun karena rancangan Tuhan. Teriring segala sesuatu indah pada waktunya,” ungkapnya. (don)
Bagikan artikel ini



