NABIRE - Hanya berselang dua hari kasus penyakit menular campak kembali tembus angka 346 orang pasien. Data sebelumnya pada hari Senin (27/2/23) baru berjumlah 268 orang yang tersebar di 8 kabupaten se-Provinsi Papua Tengah. Namun selang dua hari kasus campak ini kembali meningkat jumlah pasiennya. Demikian data dari Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Papua Tengah. 

Data dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Papua Tengah per tanggal 1 Maret 2023, dari angka 346 orang ini yang positif, sedangkan ada 48 orang pula yang positif rubella campak serta ada 30 orang pasien yang sedang dirawat dan 139 orang lagi dinyatakan sembuh.

Pihak Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Papua Tengah menghimbau kepada masyarakat yang sakit campak agar segera dirujuk ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan dari pihak medis.

“Dengan adanya peningkatan kasus campak, masyarakat diminta untuk tidak panik dan apabila ada pasien secepatnya dirujuk ke rumah sakit,” ujar Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk Provinsi Papua Tengah, Dr. Drg. Yohanes Tebai, MH.Kes kepada Papuapos Nabire, Rabu (1/3/23).

Dikatakan Yohanes Tebai, melihat jumlah kasus campak yang meningkat ini, mulai hari ini tanggal 2 Maret 2023 tim tanggap cepat campak Provinsi Papua Tengah akan diturunkan ke wilayah Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai dan Kabupaten Paniai. Beserta tim kesehatan dari Kementerian dan Field Epidemilogy Training program (FETP) dari UNHAS dan UGM Yogyakarta.

Selain adanya tim tanggap cepat ini, juga ada tim dari pihak UNICEF yang sedang diturunkan dan bekerja secara langsung di Kabupaten Nabire. Dan juga ada tim Badan Kesehatan Dunia WHO dari badan PBB pada bidang kesehatan kini juga sedang turun dan membantu masyarakat di Kabupaten Mimika.

Kata dia, jika ada anggota keluarga yang terserang penyakit menular campak, diharapkan kepada keluarga dan masyarakt sekitarnya untuk tetap selalu melakukan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Misalnya mencuci tangan dan menjaga jarak serta lainnya.

Sementara itu bagi masyarakat yang berada di kampung-kampung, hendaknya memberikan tempat khusus bagi pasien campak. Dan juga menyediakan tempat makan dan minum tersendiri agar tidak lagi tertular penyakit campak. (des)