NABIRE – Untuk menangani konflik antar suku yang terjadi di Topo, perlu dibentuknya tim penanganan konflik, dalam hal ini tim independen. Hal ini seperti disampaikan salah seorang tokoh di wilayah Papua Tengah, Bartholomius Mirip. 

Kepada media ini dirinya mengatakan, pemerintah daerah perlu untuk membentuk tim penanganan konflik antar suku ini.  Hal ini perlu segera dilakukan agar persoalan ini sesegera mungkin dituntaskan sehingga perselisihan tidak berlanjut dan tidak akan menimbulkan korban jiwa lagi.

“Pemerintah daerah perlu membentuk tim penanganan agar penyelesaian persoalan ini bisa dilakukan dengan baik. Kalau situasi memanas terus, kasihan teman-teman polisi yang harus berada di barisan depan berhadapan dengan warga yang bertikai,” ujarnya kepada media ini melalui sambungan teleponnya.

Dirinya berharap, melalui tim penanganan yang dibentuk akan bisa memfasilitasi para pihak yang berselisih untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan. 

“Jangan sampai karena persoalan ini tidak segera diselesaikan, akan diboncengi persoalan-persoalan lainnya dan akan mengganggu Kamtibmas di daerah ini,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Suku Mee Rayon Simapitowa, Vabianus Tebay. Kata dia, untuk menyelesaikan konflik antar dua suku di Urumusu dan pada umumnya di Kabupaten Nabire, Vabianus Tebay mengusulkan agar pemerintah membentuk Tim Independent agar bisa ditangani sebaik-baiknya dalam waktu yang cepat. Dan dalam penyelesaian masalah Tim Independent juga menyelesaikan tapal batas tanah adat dari masyarakat adat di Kabupaten Nabire. 

Sebelumnya Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)  Kabupaten Nabire, Sambena Inggeruhi juga meminta pemerintah daerah agar membentuk Tim Independent untuk menyelesaikan pertikaian antar dua suku dan menyelesaikan tapal batas masyarakat adat wilayah adat masing-masing suku di Kabupaten Nabire. (ans/ros)