NABIRE - Hj. Katherin Maruanaya yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Nabire Dapil (Daerah Pemilihan) II, Rabu (17/08/22) Pukul 13.00 WIT bertempat di Kediamannya yang beralamat di Jalan Suci Kelurahan Siriwini, menggelar Reses II tahun 2022. Reses DPRD merupakan masa dimana para anggota DPRD menjumpai konstituen di daerah pemilihannya (Dapil) untuk menjaring, menampung aspirasi konstituen, serta melaksanakan fungsi pengawasan atau dikenal dengan kunjungan kerja. Selain itu, Reses juga sebagai ajang silaturahmi anatar Anggota DPRD dengan Konstituennya di Dapil masing-masing. 

Dalam Reses II Tahun 2022, Anggota DPRD Dapil II Hj. Katherin Maruanaya melaksanakannya tepat pada puncak Peringatan HUT RI Ke – 77 Tahun 2022, dimana hal ini merupakan suatu hal istimewa, khususnya bagi para Konstituennya yang merupakan ibu-ibu atau “emak-emak” yang ada di Dapil II Nabire. Karena, selain menjaring aspirasi, di Reses Ke – II Tahun 2022, Dirinya selaku Anggota DPRD Kabupaten Nabire juga menyelenggarakan berbagai Lomba khusus “Emak-emak” diantaranya, Lomba Joget Kursi, Lomba Kuis Pertanyaan Seputar Hari Kemerdekaan dan Lomba Pikul Baskom yang berisi Air sambil berjalan. Lomba-lomba ini untuk ikut memeriahkan HUT RI Ke- 77 Tahun 2022 di Kabupaten Nabire. 

“Reses kedua saya di tahun ini, khususnya bersama dengan ibu-ibu atau emak-emak Dapil II, banyak aspirasi atau masukan dari mereka terkait masalah keamanan di daerah Pasar Sore KPR, karena banyak akhir-akhir ini jambret, kadang-kadang ibu-ibu ini dipalak oleh sejumlah orang yang tidak dikenal, dan mungkin permintaan mereka harus ada Pos Keamanan di sekitar Pasar Sore KPR,” ungkapnya. 

Selain itu, kata Katherin, para emak-emak ini juga meminta untuk setiap agen Minyak Tanah di tertibkan, karena ada sejumlah agen Minyak Tanah di daerah Siriwini, yang menjual Kupon kepada warga dengan harga Rp.50.000 Perkupon dengan mendapat jatah 10 Liter. Padahal, untuk harga per HET agen Minyak Tanah hanya Rp. 3.500.  dan dari para konstituen juga meminta kepada DPRD Nabire untuk menertibkan Pasar-Pasar liar yang ada di pinggir-pingir jalan, untuk tidak lagi berjualan di Pinggiran jalan, selain membahayakan para pengendara, hal tersebuit juga sangat merusak pemandangan Kota Nabire.

“Ibu-ibu ini juga meminta untuk pasar-pasar kaget ini ditertibkan dan diarahkan semua ke Pasar Sentral Kalibobo. Dan DPRD juga sebelumnya sudah berbicara dengan eksekutif untuk hal ini segera di tertibkan, termasuk penjual-penjual daging khusus, kalau bisa pemerintah menyediakan tempat khusus juga di Pasar Sentral atau tempat khusus, sehingga para pedagang ini tidak berjualan di pinggiran jalan Protokoler. Dan semua aspirasi ini, kami dari DPRD siap menindak lanjuti hal ini ke Pemerintah Daerah,”tuturnya. 

Dirinya selaku Anggota DPRD Kabupaten Nabire yang juga merupakan Perempuan, berharap di HUT Republik Indonesia Ke – 77 Tahun 2022 ini, kaum Perempuan harus bangkit sesuai dengan Tema HUT RI Ke -77 Tahun 2022 yaitu “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”, sehingga di tahun 2024 nanti, banyak Perempuan-Perempuan yang mengisi kursi Parlemen dan juga Kursi Pejabat Struktural maupun Fungsional di Pemerintah Kabupaten Nabire. 

“Di usia yang ke-77 tahun ini, saya berharap khususnya kepada Perempuan-Perempuan Nabire, untuk bersama-sama ikut mengisi pembangunan Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah, sehingga perekonomian di kabupaten Nabire bisa pulih kembali, bangkit kembali, sehingga masyarakat di Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah ini bisa lebih sejahtera lagi, ayo emak-emak Nabire kita bangkit bersama memajukan Nabire kedepan,” pungkasnya. (cad)