NABIRE - Semua kepala sekolah SD yang ada di daerah Tertinggal, Terpencil dan Terluar (3T) bersama sekolah pinggiran dan lainnya diingatkan untuk belajar dari pengalaman. Karena berdasarkan data dari wartawan media ini, ternyata anak tidak asal diusulkan menjadi peserta Ujian Sekolah (US). Tetapi ada peryaratan lain yang sangat penting seperti Nomor Induk Siswa Nasional (NISN).

Nomor NISN itu dapat berkaitan langsung dengan Nomor Induk Keluarga (NIK) dan Kartu Keluarga (KK). Sehingga mulai saat ini para kepala sekolah bersama para wali kelas SD harus mulai menyiapkan melalui data.

Sebab berdasarkan data dan fakta di lapangan, hingga jelang pengumuman hasil US tingkat SD/Mi pada tanggal 15 Juni, ditemukan ada 24 murid SD lulusan tahun pelajaran 2021/2022 tidak memiliki NISN. Sehingga ke-24 murid SD kelas VI yang baru saja mendengarkan hasil US, dipastikan akan memiliki hambatan soal NISN untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Dengan demikian diharapkan kepada para kepala sekolah SD agar membawa catatan pengalaman tahun pelajaran 2021/2022 ke tahun pelajaran yang akan dating. Agar bisa dapat meminimalisir semua masalah di tingkat sekolah dasar dan kedepan tidak ada lagi hambatan bagi peserta didik.

Untuk itu para kepala sekolah bersama operator Dapodik diminta kembali mengecek data muridnya. Jika ada yang kurang, secepatnya dilengkapi. Sebab data peserta didik jauh lebih penting untuk masa yang akan datang. 

Para kepala sekolah bersama dewan guru boleh saja melaksanakan tugas mengajar dan mendidik. Tetapi jangan lupa melengkapi data peserta didik, karena data NISN bukan saja dibutuhkan di SD, tetapi untuk jenjang pendidikan berikutnya sangat penting. (des)