NABIRE - Bertempat di Hotel Mahavira, Sabtu (21/6), Setda Nabire, Drs. Johny Pasande membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Kepemimpinan, Perempuan Bagi Perempuan Kelompok Tani Dompingan Kompak Nabire. Pelatihan diikuti perempuan se-Kabupaten Nabire.  Kegiatan ini disponsori Kompak.   Dikatakan Sekda, bagusnya melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini dimulai dari ibu-ibu atau perempuan. Karena perempuan itu lebih bertanggung jawab dalam soal kebersamaan rapi. Harap juga dalam kegiatan-kegiatan rapi apakah itu administrasinya maupun kegiatan-kegiatannya. “Kami bangga bahwa pada hari ini Kompak melakukan kegiatan kepemimpinan. Kalau kita lihat di Indonesia masih banyak tetapi di Nabire, ini masih sedikit. Sehingga bidang-bidang sudah disediakan itu berpartisipasi dan pelekat,” harapnya. Sambutan Bupati yang dibacakan Sekda mengatakan, pelatihan kepemimpinan ini suatu langkah yang sangat positif. Karena perempuan juga sebagai mitra pemerintah daerah, mempunyai kedudukan dan peran yang sangat penting dan strategis. Berbagai kegiatan yang telah dilakukan kepemimpinan perempuan turut memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah. Lebih lanjut dikatakan, dalam menggerakkan roda pembangunan dibutuhkan beberapa ketrampilan. Antara lain ketrampilan memimpin, ketrampilan hubungan antar manusia dan ketrampilan teknis. Meningkatkan kualitas kepribadian maupun kegiatan yang  berdimensi sosial dan kemasyarakatan dapat ditingkatkan. Salah satu upaya peningkatan produktifitas pertanian tanaman pangan dapat dilakukan melalui pelatihan kepemipinan pengelolaan tanaman sumber daya terpadu.  Dlam upaya meningkatkan produktifas dan efinsiensi usaha tani melalui pelatihan kepemimpinan agar teknologi dunia usaha tani dapat dirasakan dengan kesinambungan pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan produktifitas pendapatan petani. Karena saat ini kita tengah menghadapi ancaman krisisi pangan global dan tentu akan berpengaruh kepada kehidupan kita. Petani Kabupaten Nabire, sangat tepat agar berupaya memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Dan untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan dukungan komunikasi lintas sektoral atau kerja sama semua pihak. Pemenuhan kebutuhan pangan merupakan kewajiban pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat.   Tentang penanaman modal, tentunya diharapkan dapat terjadi peningkatan modal untuk mengolah potensi ekomoni daerah menjadi ekomomi yang riil. Sebab dengan menggunakan modal baik dalam berasal dari keluarga dan kelompok, diharapkan dapat mengdorong peningkatan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi mendorong pembangunan ekonomi kerakyatan. Serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud di bidang petani agar dalam suatu sistem perekonomian yang memiliki daya saing. (modes)