Sikapi Situasi Daerah, Dandim Forkompinda Gelar Komsos Bersama
NABIRE – Bertempat di Makodim 1705/Paniai Jalan Ahmad Yani Kabupaten Nabire, Kamis kemarin, Dandim 1705/Paniai bersama Forkompinda Nabire telah dilaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama komponen masyarakat di wilayah Komando Distrik Militer 1705/Paniai. Adapu
Bagikan
NABIRE – Bertempat di Makodim 1705/Paniai Jalan Ahmad Yani Kabupaten Nabire, Kamis kemarin, Dandim 1705/Paniai bersama Forkompinda Nabire telah dilaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama komponen masyarakat di wilayah Komando Distrik Militer 1705/Paniai. Adapun tema yang diambil yakni, ‘Melalui Kegiatan Komsos dengan Komponen Masyarakat, Kita Tingkatkan Wawasan Kebangsaan guna Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan’ yang diikuti sekitar 50 peserta.
Hadir pada kegiatan tersebut, Kapolres Nabire AKBP Semmy Ronny Th. Abaa, Danyonif 753/R, Letkol Inf Windarto, Wakil Bupati Nabire Amirullah Hasyim, Ka Kanminvet Nabire Mayor Inf Untung Riyadi, Danzipur 12/OHH Mayor Czi Yoga, perwira TNI-Polri dan para kepala suku, tokoh masyarakat dan perempuan yang ada di daerah ini.Pada kesempatan itu, Dandim 1705/Paniai Letkol Arh Yulian Iskandar, menyampaikan selaku Dandim mengharapkan agar kegiatan seperti ini agar sering dilakukan. Dimana tujuan diadakan pertemuan ini untuk menjalin tali silaturahmi antar Forkopimda dan masyarakat kabupaten Nabire.Kita harus lebih jelih dalam menyikapi perkembangan situasi di wilayah kita ini, tandas Dandim Yulian, belakangan ini mulai muncul paham komunisme di daerah-daerah dan paham radikalisme, sehingga tidak menutup kemungkinan akan masuk ke Nabire. “Saya menghimbau agar kita saling membantu untuk mencegah paham komunis dan paham radikalisme masuk ke daerah ini,” himbaunya. Selain itu, lanjut Dandim Iskandar, kita perlu ketahui bersama bahwa masih banyak saudara-saudara kita kita yang masih menginginkan keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, hal itu tidak akan mungkin terjadi, karena Papua merupakan bagian dari NKRI.Sementara itu, di kesempatan yang sama Wabup Amirullah Hasyim ketika membacakan sambutan Bupati Nabire Isaias Douw, mengatakan akhir-akhir ini di Papua sering diwarnai dengan adanya aksi-aksi demontrasi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tergabung didalam organisasi KNPB. Kelompok ini yang terus memperjuangkan di dalam maupun diluar negeri agar Papua lepas dari NKRI.Aksi-aksi seperti ini, menurut bupati, harus disikapi sebagai sebuah ancaman terhadap eksitensi kedaulatan NKRI, karena status politik Papua sudah final, tentunya sebagai warga negara yang memiliki rasa nasionalisme dan jiwa patriotisme selalu siap mengorbankan segenap jiwa dan raga menghadapi setiap ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan demi mempertahankan Pancasila dan kedaulatan NKRI atau meminjam istilah TNI, NKRI harga mati. Ditambahkan bupati, harus kita akui saat ini, jiwa nasionalisme dan rasa kebangsaan terutama generasi muda Indonesia mulai terkikis. Hal itu tidak terlepas dari kurikulum pendidikan dan sekolah tentang wawasan kebangsaan masih sangat kurang.“Kita semua prihatin atas maraknya masalah sosial yang timbul di tengah-tengah masyarakat, seperti faham radikalisme, kejahatan Narkoba dan yang lebih memperhatinkan meningkatnya aksi pemerkosaan terhadap anak-anak dan perempuan. Hal ini menunjukan rasa persatuan dan persaudaraan sesama anak bangsa mulai hilang dan jiwa nasionalisme dan wawasan semakin memudar,” terangnya. (wan)
Bagikan artikel ini



