Sinergi Pembinaan Generasi Muda: Korem 173/PVB Kobarkan Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air
Komando Resor Militer (Korem) 173/PVB melalui Sterrem terus aktif membangun karakter generasi penerus bangsa di wilayah Papua. Hal ini dibuktikan melalui dua kegiatan pembinaan penting yang sukses digelar berturut-turut bagi para pelajar SMA hingga mahasiswa baru di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.

NABIRE - Komando Resor Militer (Korem) 173/PVB melalui Sterrem terus aktif membangun karakter generasi penerus bangsa di wilayah Papua. Hal ini dibuktikan melalui dua kegiatan pembinaan penting yang sukses digelar berturut-turut bagi para pelajar SMA hingga mahasiswa baru di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Pelaksanaan kegiatan pertama berlangsung di Aula Lapangan SMA Negeri 1 Wanggar pada Kamis, (27/8/2026). Acara bertajuk pembinaan karakter pemuda berwawasan kebangsaan ini dihadiri oleh 205 murid dengan pengawalan ketat para guru serta pejabat TNI.
Susunan acara di SMAN 1 Wanggar diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan sekaligus materi inti mengenai 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara oleh Mayor CPL Markus Helaha.
Dalam pemaparannya, Mayor CPL Markus Helaha menjelaskan secara mendalam mengenai fungsi UUD 1945 sebagai konstitusi tertinggi yang mengatur bentuk negara kesatuan, hak warga negara hingga tugas lembaga negara.
“UUD 1945 adalah hukum dasar atau konstitusi tertinggi Indonesia, di mana semua undang-undang dan peraturan di bawahnya tidak boleh bertentangan dengannya,” ujar Mayor CPL Markus Helaha di hadapan ratusan siswa.
Selain itu, ia juga merinci empat pokok pikiran UUD 1945 yang mencakup nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan kerakyatan demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Materi berlanjut pada penguatan pemahaman mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berlandaskan Pancasila sebagai dasar serta pedoman hidup bernegara.
“Pancasila dijadikan sebagai dasar pondasi, pedoman, dan sumber dari segala aturan NKRI yang berdiri di atas nilai-nilai luhur bangsa,” tegas Mayor CPL Markus Helaha.
Ia menambahkan, bentuk negara kesatuan berarti wilayahnya satu dan tidak terbagi-bagi, di mana pemerintah pusat memegang kekuasaan tertinggi di bawah kepemimpinan seorang presiden pilihan rakyat.
Semboyan Bhinneka Tunggal Ika turut dikupas tuntas sebagai identitas nasional serta pedoman toleransi dan pemersatu bangsa di tengah keberagaman suku dan budaya.
Acara di SMAN 1 Wanggar ditutup dengan pesan penuh semangat yang membakar nasionalisme para pelajar di aula sekolah tersebut. “Bangun karakter, kuatkan wawasan, jaga persatuan, karena pemuda hebat sama dengan Indonesia kuat, merdeka,” pekik Mayor CPL Markus Helaha.
Sebelum kegiatan di tingkat SMA tersebut, Sterrem 173/PVB juga sukses menggelar kegiatan serupa di tingkat perguruan tinggi melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim) Nabire. Kegiatan yang diikuti oleh 640 mahasiswi ini dilaksanakan Kamis, 13 Agustus 2026, bertempat di Lapangan Kampus Uswim.
Acara PKKMB tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Uswim Nabire, Dr. Petrus Tekege, S.H., M.H., dengan menghadirkan Mayor CPL Markus Helaha sebagai pemateri utama bela negara.
Di hadapan ratusan mahasiswa baru Uswim, Mayor CPL Markus Helaha menyampaikan bahwa bela negara di era modern tidak selalu identik dengan mengangkat senjata.
“Bela negara dapat dilakukan melalui pendidikan, pekerjaan, prestasi, menjaga lingkungan serta pengabdian kepada masyarakat, sehingga mahasiswa Papua adalah bagian penting dari generasi emas Indonesia,” ujar Mayor CPL Markus Helaha saat memberikan materi di kampus Uswim.
Melalui rangkaian kegiatan pembinaan berkesinambungan ini, pihak Korem 173/PVB berharap para pelajar dan mahasiswa di Nabire mampu menjadi agen perubahan yang tangguh, cerdas, bijak dalam menggunakan media sosial, serta senantiasa menjaga kedamaian dan persatuan di tanah Papua.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Pasi Bakti TNI Sterrem 173/PVB, Mayor CPL Markus Helaha, Kepala sekolah SMAN 1 Wanggar, Luther Tumanan, S.Sos., M.Pd., Bati Wanwil Serda Muh Wahyu, Ba Data Wanwil Serda Sadipun, serta Guru BK Frits Bernard Wader, S.Pd. (sam)
Bagikan artikel ini



