SMK Anigou Sekolah Baru, Tapi Sudah Ada Menjabat Kapus
NABIRE - Walaupun SMK Kesehatan Anigou Nabire masuk dalam daftar sekolah kejuruan yang baru dan tahun pelajaran 214/2015 baru meluluskan tiga angkatan, namun lulusan angkatan pertama telah terserap pada dunia kerja di pemerintahan, dimana salah satu murid dari SMK ini telah
Bagikan
NABIRE - Walaupun SMK Kesehatan Anigou Nabire masuk dalam daftar sekolah kejuruan yang baru dan tahun pelajaran 214/2015 baru meluluskan tiga angkatan, namun lulusan angkatan pertama telah terserap pada dunia kerja di pemerintahan, dimana salah satu murid dari SMK ini telah menjabat Kepala Puskesmas (Kapus) di wilayah Kabupaten Ilaga dan dua orang lagi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta ada beberapa orang yang masuk sekolah langkah kedokteran.
Untuk lulusan angkatan ke III ini sebanyak 52 orang murid yang akan diumumkan hasil Ujian Nasional (UN) pada Jumat 15 Mei 2015 atau satu hari lagi. Kata kepala sekolah SMK Kesehatan Anigou Nabire Blasius Jemahut, S.Pd pada acara perpisahan 52 orang murid SMK Kesehatan Anigou, Rabu (13/5) kemarin seraya menambahkan, untuk itu selaku kepala sekolah mengharapkan agar ke52 orang murid ini semuanya lulus dengan hasil atau nilai yang sangat memuaskan. Karena lulusan SMK dimana pun sebanyak 80 persen masuk dunia kerja dan 20 persen masuk perguruan tinggi atau melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi.Sehingga, lanjutnya, kepada 52 orang murid kelas III yang sebentar lagi akan mendengarkan hasil ujian, diharapkan untuk tidak memaksakan orang tua, tetapi paksakanlah dirimu untuk masuk dunia kerja atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang ada di Nabire, Papua dan luar Papua. Harapan kalian kelak menjadi orang yang berguna bagi Tuhan, diri, keluarga dan masyarakat luas.Sementara itu ditempat yang sama Ketua Yayasan Arminiah Nabire Yosafat Nawipa, S.Pd dalam sambutannya mengatakan, dalam penelitian orang pintar ada beberapa faktor yang membuat orang meraih kesuksesan, namun yang lebih hebat adalah faktor kejujuran yang ditempatkan sebagai peringkat pertama, selain faktor pintar di kelas dan faktor mudah bergaul.Sehingga dirinya selaku ketua yayasan berpesan, jangan malas, manja dan mudah bosan, kalau kita tunduk kepada malas, manja dan bosan, maka pasti nasib kita tidak akan berubah, untuk itu pastikanlah nasibmu akan berubah dengan meraih ilmu yang se tinggi-tingginya sesuai impian, kapasitas dan kemampuan yang anak-anak miliki.(des)
Bagikan artikel ini



