NABIRE - Memasuki awal tahun pelajaran 2022/2023, SMKN 1 Nabire menggunakan dua sistim kurikulum yang diterapkan. Untuk kelas X menggunakan Kurikulum Merdeka. Sementara untuk kelas XI dan XII digunakan kurikulum K-13 atau yang lebih dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kedua kerukulum ini tengah berjalan secara bersamaan di SMKN 1 Nabire.

“Kurikulum Merdeka Belajar adalah kurikulum dengan pembelajaran instrument yang beragam. Pembelajarannya akan lebih maksimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep serta memperkuat kompetensi sesuai dengan bidang atau program studi yang dipilih peserta didik,” kata Kepala SMKN 1 Nabire, AL. Sinaga, S.Pd, M.Pd, Jumat (12/8/22).

Dikatakan, Kurikulum Merdeka Belajar yang diterapkan di SMK dinilai sangat efektif. Sebab struktur kurikulum yang lebih sederhana, relevan dan interaktif ini dapat dimanfaatkan untuk menyiapkan siswa SMK menghadapi perubahan yang cepat dalam dunia industry.

Lebih khusus bagi siswa kelas X yang memakai Kurikulum Merdeka, sekolah bisa mengenal minat, bakat, kekuatan maupun kelemahan dimiliki siswa dalam berdiskusi dengan guru. Dalam mengikuti pelajaran untuk memperkuat potesni yang dimiliki.

Dalam Kurikulum Merdeka tidak ada program peminatan. Namun khusus di SMK akan ada penyesuaian kosentrasi keahlian. Karena dengan Kurikulum Merdeka ini pembelajaran di SMK akan lebih relevan dan sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Untuk itu implementasi Kurikulum Merdeka belajar tidak akan berlangsung dengan baik jika siswa hanya pasif. Sedangkan guru maupun kepala sekolahnya tidak memiliki kreativitas pengembangan pembelajaran dan tidak mau berubah.

Pada intinya, Kurikulum Merdeka ini lebih efektif. Sehingga pada Kurikulum Merdeka guru bekerja bersama dengan murid dalam mencapai kesuksesan capai pembelajaran yang disampaikan pada hari-hari efektif belajar.

Sehingga dalam Kurikulum Merdeka perlu ada perlakuan khusus menyiapkan pelajar SMK agar bisa merebut peluang dan dapat mengisi semua lapangan pekerjaan yang tersedia sesuai dengan kebutuhan DUDI. Salah satunya dengan memaksimalkan Kurikulum Merdeka Belajar dan program link dan match.

Untuk itu Kurikulum Merdeka SMK utamanya dimaksudkan agar mampu mencetak peserta didik yang inovatif dan dapat bersaing di era industry. Karena berdasarkan pernyataan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, setidaknya ada 3 keunggulan dari Merdeka Belajar. Yakni, dari materi ajar yang diberikan kepada para peserta didik, dalam Kurikulum Merdeka Belajar seluruh pelajaran bersifat lebih sederhana dan esensial. (des)