NABIRE - Dengan lajunya animo masyarakat muslim yang berada di seputar Kelurahan Siriwini, tepatnya di seputaran Smoker untuk menyekolahkan putra dan putrinya di MI Al-Kairaat Smoker, membuat pihak sekolah dan yayasan tidak tinggal diam untuk menjawab animo masyarakat yang ingin anak-anak mereka bersekolah di MI Al-Khairaat Smoker.

Untuk itu, pihak sekolah dan yayasan belum lama ini telah membangun tambahan ruang rombongan belajar (Rombel) atau kelas sebanyak tiga Rombel lantai dua, namun upaya membangun tambahan Rombel itu tetap juga masih kekurangan untuk menjawab lonjakan murid baru yang datang mendaftarkan di MI Al-Khairaat.

Sementara berdasarkan jumlah murid yang ada di MI Al-Khairaat Smoker sampai saat ini berjumlah 475 murid, dengan jumlah Rombel yang tersedia hanya 16 Rombel, tentunya tidak cukup untuk bisa menampung murid baru.

Demikian dikatakan Kepala sekolah MI Al-Khairaat Smoker, Wahyuddin, S.PdI, kepada Papuapos Nabire, Senin (5/5/2025) seraya menambahkan, coba dibayangkan saja di awal tahun pelajaran bisa ada 120 sampai 130 calon murid yang datang dan mendaftarkan diri, tetapi dengan keterbatasan Rombel pihak sekolah hanya bisa menerima 80 murid untuk mengisi 3 Rombel yang tersedia saat ini.

Untuk itu, selaku kepala sekolah telah berkomitmen bersama para dewan guru, dimana dana komite sekolah akan ditabung dan dikumpulkan dalam beberapa tahun ke depan dan akan digunakan untuk pembangunan tambahan kelas baru lantai dua. “Sebab MI Al-Khairaat Smoker tidak punya lahan kosong lagi, satu-satunya jalan untuk ke depan harus dibangun lantai dua,” terangnya.

Sehingga pihak sekolah juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Nabire dan juga Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar sering turun lapangan dan melihat kondisi yang ada di sekolah-sekolah soal sarana dan prasarana sekolah yang sangat terbatas dan perlu diberikan perhatian berupa bantuan bangunan kelas.

Kehadiran lembaga pendidikan negeri maupun swasta, menurutnya, sama-sama ikut mencerdaskan anak-anak bangsa, dengan demikian sekolah negeri maupun swasta harus sama di mata pemerintah untuk mendaptkan perhatian yang sama, demi kemajuan dan kecerdasan anak-anak bangsa yang ada di daerah ini.(des)