NABIRE – Daniel Maipon, S.STP dilantik sebagai pelaksana tugas Sekda Kabupaten Nabire oleh Bupati Nabire, Isaias Douw, S.Sos, MAP, Rabu (30/10) kemarin di guest house Nabire. Upacara pelantikan, pengambilan sumpah jabatan dan serah terima jabatan Plt. Sekda Kabupaten Nabire ini dilakukan karena pejabat Sekda Nabrie sebelumnya, Drs. I Wayan Mintaya telah purna tugas atau pensiun dari ASN per Oktober 2019. “Kepada Drs. I Wayan Mintaya, saya secara pribadi, atas nama seluruh ASN, dan seluruh masyarakat Kabupaten Nabire menyampaikan terima kasih atas dedikasi, kerjasama dan pengabdiannya selama bertugas sebagai ASN di Kabupaten Nabire, khususnya selama menjabat sebagai Sekda Kabupaten Nabire,” ujar Bupati Isaias dalam sambutannya.  Dikatakan bupati, Drs. I Wayan Mintaya telah maksimal membantu pemerintah daerah Kabupaten Nabire dalam menyusun kebijakan. Serta membina hubungan kerja dengan dinas lembaga teknis dan unit pelaksana lainnya selama ini. Dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat dalam jabatannya sebagai Sekda, Drs. I Wayan Mintaya memiliki dedikasi, dan disiplin yang sangat tinggi serta tekun dan teliti dalam melaksanakan tugasnya.  Dedikas, kedisiplinan, ketekunan dan ketelitian dari dirinya dapat menjadi pelajaran bagi kita, terutama bagi ASN di Kabupaten Nabrie. Karena tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan kepada masyarakat akan terwujud hanya jika seluruh ASN memiliki dedikasi yang tinggi, disiplin, tekun dan teliti dalam melaksanakan tugas kita masing-masing. “Kami tidak bisa membalas semua karya dan pengabdiannya bagi Kabupaten Nabire, nusa dan bangsa. Kami doakan agar bapak dan keluarga selalu dibimbing, diberkati, dan diberikan kesehatan yang baik oleh Tuhan,” ujar bupati. Lebih jauh dikatakan, pelantikan pejabat baru disamping tuntutan undang undang dan kebutuhan organisasi pemerintahan, alih tugas juga mempunyai makna promosi kepada pejabat yang dinilai berhasil, cakap, loyal dan mampu melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan oleh pimpinannya. Selain itu, alih tugas juga merupakan salah satu wujud kaderisasi dan pengembangan karir di lingkungan PNS dalam jabatan struktural. Oleh karena itu, dalam rangka menjaga kelancaran dan kesinambungan tugas-tugas pemerintahan, khususnya dalam penyelenggaraan pemerntahan dan pelayanan keapda masyarakat, maka telah ditetapkan Daniel Maipon, S.STP sebagai pelaksana tugas Sekda Kabupaten Nabire. “Saya ucapkan selamat kepada Daniel Maipon, S.STP yang mendapat kepercayaan ini. Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi. Karena kita semua memaklumi bahwa jabatan Sekda merupakan jabatan strategis yang mengemban fungsi menggerakkan, mengarahkan dan mendinamisasi sumber daya pemerintah di daerah dalam rangka mewujudkan visi dan misi pembangunan di daerah,” ujar bupati. Bupati mengharapkan Plt. Sekda menunjukkan loyalitas, kecakapan administrasi, manajerial skill, kemampuan membina dan mengembangkan kapasitas personil dan unit-unit kerja. Juga kemampuan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan lingkungan internal dan eksternal organisasi pemerintah baik secara vertikal, horisontal maupun diagonal. Kata bupati, sebagai daerah yang mempunyai tekad kuat untuk melakukan inovasi-inovasi mencapai kemajuan, maka sudah seharusnya jajaran pemerintah Kabupaten Nabire harus soldi, berkemampuan, dan responsif terhadap berbagai tantangan dan peluang yang berkembang. Seraya meningkatkan kualitas sumber daya aparatur dan meminimalkan berbagai kelemahan dan kendala yang dihadapi. Sehingga setiap program pembangunan yang dijalankan dapat berjalan secara optimal. Dalam kaitan itulah maka posisi Sekda menjadi penting karena tantangan dan peluang dalam pembangunan daerah ini harus kita hadapi secara cerdas, responsif dan antisipatif. Pada kesempatan itu bupati juga mengingatkan, ada tiga peran yang harus melekat pada diri seorang pimpinan pada badan/dinas/satuan unit kerja. Tiga peran itu, seorang pimpinan adalah sebagai pelaksana, sebagai pengelola dan sebagai pemimpin. Bobot dan peran masing-masing akan sangat ditentukan oleh tuntutan dan tantangan lingkungan stretegis yang selanjutnya direspon dalam bentuk pelaksanaan program dan kegiatan. “Lingkungan strategis yang saya maksud seperti tuntutan pelaksanaan otonomi daerah dan tata kelola pemerintahan yang baik. Oleh karena itu, saya mengharapkan kepada pejabat yang baru saja dilantik untuk lebih mampu mengembangkan peran kepemimpinan dan manajerial skill dalam pelaksanaan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Saya berharap agar segenap jajaran aparatur pemerintah Kabupaten Nabrie mulai dari staf hingga pejabat eselon II memberikan dukungan tulus dan masukan yang bersifat membangun kepada pelaksana tugas Sekda Nabire,” harap bupati. (ros)