Suku Wate Minta Anak Adat dapat Kursi di DPR-PT
NABIRE - Perwakilan dan pendukung dari salah satu anak adat (Suku Wate) Frans Hey, pada Sabtu, 09 Maret 2024 kemarin, mendatangi Kantor Gubernur Papua Tengah, DPR Papua Tengah, KPU Provinsi Papua Tengah dengan menggelar aksi demo damai meminta agar Frans Hey harus dapat satu kursi di DPR-PT.

NABIRE - Perwakilan dan pendukung dari salah satu anak adat (Suku Wate) Frans Hey, pada Sabtu, 09 Maret 2024 kemarin, mendatangi Kantor Gubernur Papua Tengah, DPR Papua Tengah, KPU Provinsi Papua Tengah dengan menggelar aksi demo damai meminta agar Frans Hey harus dapat satu kursi di DPR-PT.
Dikatakan salah satu tokoh pemuda dari Suku Wate yang tidak ingin disebutkan namanya, selaku pemilik dusun di Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah, berharap kepada Ketua KPU Provinsi Papua Tengah dan Pj Gubernur Provinsi Papua Tengah dan Bupati Kabupaten Nabire, untuk bisa melihat aspirasi pemilik dusun salah satu dari anak Wate yang namanya Frans Hei yang sudah maju di Caleg DPR Provinsi Papua Tengah.
"Karena kami merasa bahwa kami dianaktirikan," ujarnya .
Hal yang sama dikatakan Frans Hey, kepada Papuapos Nabire saat diwawancarai di depan LPP RRI Nabire usai bertemu Ketua KPU Provinsi Papua Tengah.
"Apa yang tadi kami sampaikan kepada KPU Provinsi Papua Tengah dalam hal ini Ibu Tabuni sebagai Ketua KPU provinsi dan Ibu Tabuni meresponi itu dengan baik dan menyampaikan ke kami bahwa mereka persiapan untuk harus berangkat ke Jakarta, sehingga aspirasi dari kami sebagai anak asli Suku Wate itu sudah diterima dengan baik dan mereka akan melanjutkan ke KPU Republik Indonesia dan Bawaslu Republik Indonesia," katanya lebar.
Untuk memperhatikan hak-hak kesulungan dari kami sebagai anak asli dari Suku Wate sehingga berbicara di sini. Bukan hanya kami dari Suku Wate, tetapi ada beberapa suku pesisir yang ada di wilayah enam suku ini sehingga kami mewakili 6 suku wilayah pesisir ini.
"Kami secara umum keberatan karena PDIP itu bisa dapat tiga kursi di provinsi, sehingga kami sampaikan ke ketua KPU Provinsi Papua Tengah untuk mengekembalikan satu kursi dari PDIP itu ke kami sebagai anak asli dari Suku Wate untuk mewakili 6 suku pesisir," urainya.
Pada kesempatan itu, dirinya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para pendukung dan simpatisannya dan berharap tetap ada ke depan.
"Kita sama-sama bergandeng tangan untuk mengurus Provinsi Papua Tengah. Bukan hanya di Provinsi Papua Tengah, tetapi di tiga wilayah DOB yang ada di Papua ini, sehingga provinsi ini dia dikulturkan untuk kesejahteraan kami OAP," pungkasnya.(rob)
Bagikan artikel ini



