NABIRE - Ketika ditemui Papuapos Nabire, Jumat (29/8/2025), di lokasi kebakaran 22 rumah di Smoker, Kepala Kelurahan Siriwini Nabire, Deny S. Bindosano, SH, menjelaskan, setelah kebakaran 22 unit rumah di seputar eks pasar ikan lama Smoker yang mengakibatkan 22 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal.

Maka, pemerintah kelurahan, distrik dan Kabupaten Nabire tidak tinggal diam dan hingga Jumat, 29 Agustus telah dibangun dua tenda Posko tanggap darurat. Dimana Posko pertama sebagai dapur umum dan Posko kedua sebagai tempat menampung sejumlah bantuan yang datang dari pemerintah, TNI, Polri dan juga masyarakat dan keluarga.

Sehingga di Posko pertama hanya dikhususkan bagi ibu-ibu yang dengan suka relah turut membantu menyediakan makan bagi para korban, di mana pagi menyediakan snak (kudapan), siang hari makan dan malam hari juga menyediakan makanan yang disajikan secara langsung bagi para korban kebakaran rumah.

Lanjut Lurah Siriwini, soal tempat tidur sementara bagi para korban kebakaran rumah menumpang di rumah–rumah tetangga terdekat, karena di hari kedua ini semua keluarga pemilik rumah yang dilahap si jago merah diminta untuk membersihkan puing–puing sisa kebakaran rumah masing-masing.

Sehingga untuk langkah pertama, selaku pemerintah tingkat kelurahan hanya bisa mengambil langkah soal para korban ini bisa dilayani. Soal makan, minum dan dapat tempat tidur walaupun itu cuma menumpang di rumah tetangga atau keluarga. Sedangkan langkah selanjutnya pihak kelurahan akan berpikir itu merupakan kebijakan langsung dari pimpinan daerah.

Di hari pertama hingga hari kedua pascakebakaran, banjiran bantuan kemanusiaan terus berdatangan. Dimana telah hadir Wakil Bupati Nabire dengan menyerahkan bantuan dari pemerintah maupun bantuan pribadi, bantuan dari Kapolres Nabire dan juga bantuan dari kelurga dan juga dari masyarakat umum.

Dimana bantuan–bantuan tersebut, selaku Lurah Siriwini meminta kepada Ketua RT 05 agar bisa menerima, mencatat dan mengaturnya secara langsung di tenda Posko tanggap darurat dan bantuan itu berupa Sembako, pakaian layak pakai dan juga berupa finansial atau uang yang terus berdatangan di dua Posko tersebut.(des)