NABIRE - Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Adrian Kabupaten Nabire, menanggapi tidak beroperasinya air di daerah Bumiwonorejo (Bmw) dan Satuan Pemukiman (SP) Wadio, Kalisemen, dan Bumi Raya, Nabire Barat Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.


Direktur PDAM Tirta Adrian Nabire, Jhon Nexon Monim, ST, saat ditemui awak media, Rabu (27/03/2024) menjelaskan, kegiatan yang dibangun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)melalui Satuan Kerja (Satker) Instansi Pemerintah Provinsi itu dibangun hampir semua jalur di Bmw dan sudah terpasang pipa layanan/distribusi.


Ketika, lanjutnya, PDAM menghentikan pelayanan lewat sumur dangkal Bmw, itu kelurahan tidak terlayani karena sumber air baku ke sana sudah tidak ada. Kenapa tidak ada, ada 6 sumur dangkal yang ada di bibir sungai jembatan Bmw dibangun, waktu dibangun antara sumur dan sungai ada beda tinggi, sumurnya lebih rendah, sungainya diatas lebih tinggi.


"Sumur yang disedot melalui pompa ke bak penampungan dengan kapasitas 3 ribu meter kubik yang ada di lokasi sumur dangkal, dari situ dipompa ke masyarakat atau pelanggan yang ada di Kelurahan Bmw," ujar Monim.


Tambahnya, di tahun 2019 karena jembatan Bmw tiga kali ambruk, mempengaruhi kerusakan pipa jaringan air bersih, sehingga tahun 2019 lewat bantuan dana penyertaan modal ada satu kegiatan memperbaiki jalur pipa ke arah Bmw.
Kemudian, di tahun 2022 terjadi banjir dan kembali ambruknya jembatan menyebabkan pipa mengalami kerusakan lagi, baik pipa besi maupun pipa HDPE.


Sementara itu, untuk daerah SP Nabire Barat, Kalisemen, Wadio dan Bumi Raya, berkaitan PDAM hampir semua terpasang jaringan pipa sumber air bersih yang diambil dari intek Kalisemen, meskipun jaringan pipa di Jalan Poros Nabire, Wanggar itu sudah semua terpasang, namun tidak ada air, dikarenakan hilangnya tekanan untuk menyalurkan air ke arah SP satu, SP dua, dan SP tiga.(sam/amd)