Tiga Tahun Berturut-Turut, SDN/Inpres Siriwini Memiliki Murid Terbanyak di UAS
NABIRE - Dari jumlah peserta Ujian Akhir Sekolah (UAS) tingkat SD/Mi diakhir tahun pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 3.090 peserta dari 116 SD/Mi penyelenggara UAS dan tercatat SD Negeri (SDN)/Inpres Siriwini memiliki jumlah peserta UAS terbanyak dengan jumlah 114 murid peserta ujian.

NABIRE - Dari jumlah peserta Ujian Akhir Sekolah (UAS) tingkat SD/Mi diakhir tahun pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 3.090 peserta dari 116 SD/Mi penyelenggara UAS dan tercatat SD Negeri (SDN)/Inpres Siriwini memiliki jumlah peserta UAS terbanyak dengan jumlah 114 murid peserta ujian.
Dengan demikian sudah tiga tahun pelajaran berturut-turut SDN/ Inpres Siriwini memiliki jumlah peserta UAS terbanyak dengan jumlah ruangan ujian yang digunakan untuk penyelenggaraan UAS akhir tahun pelajaran 2024/2025 sebanyak enam ruang ujian.
Untuk itu, Kepala sekolah SDN/Inpres Siriwini, Yunus Sama, S.Pd, saat ditemui Papuapos Nabire, Senin (5/5/2025) mengatakan, sesungguhnya SD ini berada juga di kawaan padat penduduk, sehingga pada awal tahun pelajaran banyak orang tua yang datang bersama putra dan putrinya untuk mendaftarkan diri bisa hingga 200 murid baru.

Namun, tentunya sebagai kepala sekolah bersama dewan guru dan pengurus komite membatasinya, dengan cara menghitung jumlah kelas yang tamat atau lulus dan jika dipaksakan akan melebihi ketentuan Dapodik, sehingga sekolah hanya bisa menerima 132 di setiap awal tahun pelajaran dan yang sisanya diarahkan ke sekolah lain yang terdekat dengan rumah orang tua murid.
Karena berdasarkan fakta di lapangan, untuk awal tahun pelajaran 2024/2025 sekolah mencoba menerima 132 calon murid, namun dengan kondisi ruangan kelas yang sangat terbatas, akhirnya kelas II yang jumlah muridnya 132 dijadwalkan untuk masuk siang selama 2 semester atau satu tahun pelajaran.
Untuk itu, mulai saat ini hingga masuk awal tahun pelajaran baru nanti yang tinggal dua bulan lagi, tentunya sekolah telah membuat rencana agar dalam penerimaan murid baru harus disesuaikan dengan jumlah ruangan kelas yang tersedia, karena apapun kebijakan sekolah tentunya harus didasarkan pada ketentuan Dapodik.(des)
Bagikan artikel ini


