NABIRE - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Papua mencatat sebanyak 261 Warga Negara Asing (WNA) berada di Papua Tengah dan bekerja pada 33 perusahaan. Pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas ratusan WNA itu diperkuat melalui Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora).

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Papua, Samuel Toba, mengatakan pengawasan keimigrasian tidak hanya pada keberadaan, tetapi lebih pada aktivitas WNA selama di Papua Tengah. Menurutnya, jajaran Imigrasi memiliki keterbatasan menjangkau seluruh wilayah, sehingga Timpora penting untuk pertukaran informasi.

Samuel mengajak anggota Timpora, masyarakat dan media turut melapor jika menemukan dugaan pelanggaran. “Jika di wilayah sekitar ada orang asing diduga melakukan pelanggaran keimigrasian, tolong laporkan kepada kami atau kepada Timpora. Nanti kita akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku, seperti tindakan administratif keimigrasian,” kata Samuel di Nabire, Rabu (26/8/2026).

Sementara itu, Asisten II Setda Papua Tengah Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. H. Tumiran, S.Sos., M.AP, mengatakan pengawasan orang asing menjadi langkah strategis di tengah meningkatnya aktivitas WNA. Berdasarkan data yang disampaikan, puluhan perusahaan mempekerjakan lebih dari 200 WNA, menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun. “Ini berarti dari tahun ke tahun aktivitas orang asing di daerah ini cukup masif. Sehingga kehadiran teman-teman Imigrasi ini sangat kita dukung,” ujar Tumiran.

Ia menegaskan pemerintah tidak melarang aktivitas orang asing selama dilakukan secara sah. “Kita tidak melarang aktivitas orang asing, tetapi kalau itu dilakukan secara sah. Kalau melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, ini juga yang harus kita tindak,” tegasnya.

Menurutnya, Timpora memberikan keuntungan bagi Pemprov karena pengawasan dapat dilakukan lebih terkoordinasi lintas instansi. “Pemerintah Provinsi Papua Tengah sangat beruntung adanya Timpora ini, yaitu bagaimana kita bisa mengawasi keberadaan orang asing agar dilakukan secara sah,” pungkasnya. (amd)