Udin Mardin Ajak Dewasa Berpolitik
NABIRE – Politisi Demokrat, Udin Mardin mengajak masyarakat di daerah ini untuk dewasa dalam berpolitik. Politisi harus kita berani bicara terbuka. Kalau bagus kita harus bilang bagus tetapi kalau tidak bagus kita berani mengkritisi. Kalau itu baik, kita harus berani bilang itu baik. Jadi jangan karena ibaratnya satu kesalahan kecil terus beberapa kebaikan-kebaikannya dilupakan.

NABIRE – Politisi Demokrat, Udin Mardin mengajak masyarakat di daerah ini untuk dewasa dalam berpolitik. Politisi harus kita berani bicara terbuka. Kalau bagus kita harus bilang bagus tetapi kalau tidak bagus kita berani mengkritisi. Kalau itu baik, kita harus berani bilang itu baik. Jadi jangan karena ibaratnya satu kesalahan kecil terus beberapa kebaikan-kebaikannya dilupakan.
Udin Mardin mengingatkan masyarakat harus tahu pemerintah membangun menuju perubahan kebaikan. Tidak ada pemerintah yang membongkar, mungkin karena dendam plitik. Tidak ada. "Saya ini bukan dari partai pengusung pemerintah, tetapi saya merasa bahwa saya harus jujur katakan,” tuturnya saat ditemui di Cafe Lasta Masta, Menase Beach, Kalibobo, Sabtu (9/10).
Ia mencontoh, dirinya orang yang paling vokal di legislatif. Mengkritisi pemerintahan kampung yang sampai 6 tahun belum ada pemilihan kepala kampung. Karena, apa yang dilakukan bupati saat itu salah, di dalam UU pemerintahan desa tidak ada namanya penunjukan.
Ia menambahkan, juga menyoroti pembangunan dan penataan pasar Kalibobo, pasar Mama-mama Papua dan soroti jalan-jalan berlobang di dalam kota. Sekarang, kata Udin, pemerintahan Mesak Magai bersama Ismail Djamaluddin yang belum genap setahun, sudah memperhatikan dan melakukan itu semua. Masyarakat juga tahu, pemilihan kepala kampung sudah sudah dilaksanakan. Bertahun-tahun penunjukan-penunjukan sehingga demokrasi di kampung mati.
Udin mengungkap, merehab Pasar Kalibobo kini bisa dilihat semua orang, normalisasi di muara-muara kali misalnya di Kali Oyehe, sudah dimulai. Jalan-jalan yang bersumber dari APBD Kabupaten Nabire sudah mulai dibangun. Tentu dalam satu tahun anggaran, tidak bisa membackup semua ini. “jadi kita sebagai anak muda, harus berani kalau kurang bagus itu bicara kurang bagus tetapi itu kalau baik, jangan pura-pura, hars bilang itu baik,” pintanya.
Udin menilai dalam satu tahun anggaran, tidak bisa membackup semua ini. "Tidak mungkin, jadi beri kesempatan kepada pemerintahan sekarang, kita support, tentu dengan mengedepankan kritikan tetapi dengan kritik membangun.
Sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif, Udin mengatakan akan soroti dan kawal seperti banjir di Kalibobo, normalisasi sungai Yapis, normalisasi sungai yang belah Karang Tumaritis dan Girimulyo. Ini juga Bupati akan benahi karena sudah tahu persoalan yang terjadi di Nabire termasuk abrasi sepanjang pantai Kalibobo-Waroki. “beberapa hal tentu kami akan kawal,” tuturnya.
Udin Bro panggilannya ini mengingatkan kita harus mengakui secara jujur bahwa dalam satu tahun pemerintahan Mesak - Djamaluddin bisa menggebrak semua lini.
Selain beberapa masalah di atas, Udin juga mengingatkan APBD kita tidak sehat, 60 persen dari APBD Kabupaten Nabire itu belanja pegawai. Sekarang Bupati pangkas honorer dan SK Bodong. "Ini yang kita apresiasi, dan jangan lupa bahwa inilah kerja-kerja yang luar biasa. Buoati berani melakukan ini,” ujarnya.
Kita harus beri apresiasi, bukan terus mengkritisi, kenapa tugu ini dibongkar. Ini hanya kita lihat hal kecil tetapi tidak melihat hal besar yang dilakukan di depan mata. Di politik jangan simpan dendam politik tetapi mari kita lhat secara kritis. “Sayapun bukan pendukung, saya oposisi di dalam parlmen. Tetapi ketika saya melihat hal itu baik, saya apresiasi,” katanya sambil mengajak anak Nabire berpandangan seperti ini, bukan hanya terus soroti-soroti. “Selama dua periode pemerintahan lama, ketika melihat hal yang baik, juga memberi apresiasi,” ajaknya. (ans)
Bagikan artikel ini



