NABIRE – Dalam rangka mengungkap dan membuat terang terkait sebab musabab jatuhnya Helicopter Amur di sekitar daerah pendulangan 99 Kabupaten Paniai, pada Sabtu kemarin, Kepolisian Daerah (Polda) Papua akan menurunkan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimun) ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) Kali Degeuwo. Hal ini seperti terang Kapolres Nabire AKBP Semmy Ronny Th. Abaa, di sela-sela rapat bersama Forkopimda Nabire bersama pengusaha dan pengelola heli di daerah ini, Senin (6/6) bertempat di ruang RBP Mapolres Nabire.Dikatakan Kapolres Semmy, pak Kapolda Papua sudah memerintahkan Dirreskrimum untuk memback up Polres Nabire guna mengungkap titi terang tentang peristiwa jatuhnya Heli Amur tersebut, agar tidak ada lagi dugaan-dugaan atau isu-isu yang tidak jelas.Kapolres Nabire pada kesempatan itu juga menyampaikan beberapa hal terkait jatuhnya Heli Amur, diantaranya pesan Semmy Abaa, sebelum melakukan penerbangan heli harus layak terbang dan jangan ada paksaan dari perusahan untuk kepentingan bisnis.Kalau capten pilot mengatakan heli tidak bisa terbang karena cuaca buruk, angin kencang, maka penerbangan harus ditunda. Dan tak lupa pada kesempatan itu Kapolres Nabire, menekankan terkait bobot kapasitas muatan heli tersebut harus diperhatikan jangan ada yang melebihi dari ketentuan, karena dapat membahayakan penerbangan tersebut.“Saya minta agar ketentuan kesepakatan kita tentang hal ini bisa tercipta kalau kita punya konsep berfikir yang sama dan konsekwen dalam hal melaksanakan ini,” ujarnya seraya menambahkan, PT Amur harus rutin mengecek helinya sebelum melakukan penerbangan dan jangan mengabaikan semua ketentuan-ketentuan yang ada. Sementara itu, Wakil Bupati Amirullah Hasyim menegaskan, agar semua perusahan heli yang beroperasi di Kabupaten Nabire agar dapat memberikan tembusan surat ijinnya kepada pemerintah daerah. Hal sama juga seperti disampaikan Dandim 1705/Paniai Letkol Arh. Yulian Iskandar, yang meminta dalam pengoperasian adn penggunaan heli baik itu swasta atau heli milik TNI di Kabupaten Nabire agar selalu melaporkan ke Dandim, Kapolres dan Bupati Nabire, supaya apabila ada kejadian, seperti kecelakaan atau jatuhnya alat transportasi mahal ini selaku pimpinan daerah dapat mengetahuinya.  Perwakilan dari pihak pilot, Agus Yaman mengharapkan agar barang-barang yang diangkut mengunakan heli harus sesuai dengan ketentuan, jangan melebihi kapasitas atau over loud, karena akan menyebabkan hal-hal negatif salah satunya jatuhnya heli ketika beroperasi. (wan)