NABIRE – Bupati Nabire, Isaias Douw sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19, telah mengumumkan secara resmi pada Jumat (17/4) bahwa warga Nabire sebanyak 3 orang telah positif dan 33 orang masih dalam status ODP. Dalam pengumumannya juga Bupati Isaias telah menaikkan status Kabupaten Nabire dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat. Dalam keadaan seperti ini, SAC Nabire mengeluarkan menghimbau kepada warga. Diantaranya, SAC mengajak kita untuk berdoa kepada Allah sesuai dengan iman, keyakinan dan kepercayaan kita masing-masing. Warga juga dihimbau untuk tetap di rumah dan tidak banyak kelairan. Keluar rumah hanya urusan yang amat sangat penting.  “Batasi diri untuk keluar. Dengan di rumah saja merupakan langkah yang sangat tepat. Di rumah saja merupakan obat paling mujarab untuk Covid-19,” ujar Ketua SAC, Philemon Keiya, dalam siaran persnya yang dikirim ke media ini, Minggu kemarin. SAC Nabire juga menghimbau agar warga wajib melakukan prosedur yang telah disampaikan pemerintah. Seperti harus cuci tangan, olahraga yang teratur, dan konsumsi makanan yang sehat. Dan jika ada gejala seperti batuk, beringus, demam dan sesak nafas segera pergi ke Puskesmas dan atau rumah sakit untuk periksa. Selain memberikan himbauan kepada warga, SAC juga menyampaikan sejumlah poin permintaan kepada pemerintah Kabupaten Nabire. Pertama, sosialisasi tetap harus dijalankan kepada seluruh warga Nabire. Kedua, tetap kontrol tiap toko dan kios di seluruh wilayah Nabire.  “Kami dengar sejumlah toko dan kios sudah mulai naikan harga sepihak. Tentunya, hal ini merugikan warga yang ekonomi lemah,” ujarnya. Ketiga, jika warga Nabire di rumah saja, sudah saatnya pemerintah Kabupaten Nabire untuk menyiapkan bahan makanan. Maka itu, SAC meminta agar pemerintah Kabupaten Nabire mulai ambil langkah yang cepat dan tepat untuk pengadaan Sembako bagi warga Nabire. Keempat, bangun tempat cuci tangan di tempat-tempat umum seperti pasar-pasar dan tempat-tempat yang hingga kini masih diizinkan beroperasi. (ros)