Warga Kampung Pemekaran Hilang Dari Daftar Bansos
NABIRE – Warga masyarakat dari kampung-kampung pemekaran di Kabupaten hilang dari daftar penerima bantuan sosial dari pemerintah. Oleh sebab itu, penerimaan bansos yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Sosial tidak diberikan kepada warga masyarakat di kampung pemekaran.
NABIRE – Warga masyarakat dari kampung-kampung pemekaran di Kabupaten hilang dari daftar penerima bantuan sosial dari pemerintah. Oleh sebab itu, penerimaan bansos yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Sosial tidak diberikan kepada warga masyarakat di kampung pemekaran.
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Nabire, Zakeus Petege saat penyerahan bantuan sosial pangan (BSP) dan penyaluran bantuan PPKM di Ruang Pertemuan Dinas Sosial Kabupaten Nabire, Rabu (8/12) mengungkap warga kita di kampung pemekaran seperti Kampung Gamei Jaya di Distrik Uwapa, Kampung Epougi Distik Dipa dan Kampung Mosan Distrik Napan datanya sebagai penerima bansos hilang.
Zakeus menjelaskan, sbelumnya, warga 3 kampung pemekaran menerima bantuan sosial tetapi begitu masuk di dalam aplikasi, nama mereka tidak masuk. Karena NKK warga di tiga kampung pemekaran masuk di dalam kampung induk. Warga di kampung pemekaran belum punya nomor induk dari kampung pemekaran.
Walau demikian, Sekretaris Dinsos ini berharap beberapa tahun kemudia, warga di tiga kampung pemekaran ini menerima bantuan sosial dari pemerintah.
Selain mengungkap tidak masuknya nama penerima bansos dari kampung pemekaran, Zakeus juga menjelaskan sejak masuk aplikasi itu terjadi penurunan jumlah penerima bansos yang begitu besar di Kabupaten Nabire. Penurunan jumlah warga penerima bansos kebanyakan di Distrik Dipa, Menou, Siriwo, Wapoga dan Yaur.
Menurutnya, penurunan begitu besar terjadi karena sebagian besar penduduk di distrik-distrik tersebut sebagian warga belum memiliki kartu tanda penduduk elektronik (KTP E). Sebab, penerima bansos ditentukan berdasarkan nomor induk kependudukan elektronik (NIK E) yang terdapat pada KTP E.
Bagikan artikel ini



