NABIRE - Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan dan Pertanahan (DLHK-P) Provinsi Papua Tengah, akan berupaya maksimal dalam penanganan sampah di daerah ini, termasuk telah berkerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire.


Hal ini seperti diterangkan, Plt Kepala DLHK-P Papua Tengah, Yan R. Pugu, S.Hut.,M.Si, Senin (25/03/2024), usai memimpin apel pagi, di ruang kerjanya.
Yan Pugu kepada Papuapos Nabire mengatakan, DLHK-P sementara terus mengupayakan maksimal mungkin dan sudah ada langkah untuk antisipasi penanganan sampah bersama dengan teman-teman di DLH kabupaten.


"Saya apresiasi hal ini, karena teman-teman di Nabire juga sudah berupaya untuk menyiapkan TPS, sehingga kita berada pada pemilahan dan itu mengurangi beban sampah di TPA," katanya.


Yan menambahkan, ke depan sebagaimana yang sudah digagas untuk nanti bank sampah yang nasabahnya berasal dari setiap tempat ibadah, baik gereja, di vihara pura dan masjid, kita libatkan dengan harapan jemaat atau umat yang ada di setiap tempat ibadah itu nanti mengumpulkan plastik dan karton.


Selanjutnya, penjualannya diatur baik termasuk pembayarannya. Hal ini yang dalam waktu dekat dilakukan, terkait juga dengan proses penyiapan anggaran dan lain-lain.
"Saya kira, kita Papua Tengah sangat siap dan gubernur punya komitmen yang luar biasa untuk penanganan sampah, juga menjaga lingkungan kita," ujarnya.


Terkait beberapa kelurahan atau kampung yang belum menerima kereta atau kendaraan sampah kiranya dapat bersabar dan memahami keadaan yang ada.
Belum ada satu atau dua kelurahan yang tidak dapat itu mohon maaf, karena ada 30 kelurahan tersebar di Papua Tengah, sehingga satu TPS, satu kontainer. Kadang satu hari itu sampah sampai meluap keluar.


"Saya rasa ibu gubernur dengan kebijakan untuk menentukan menambah kita membantu teman-teman di kabupaten untuk menambah, mungkin di titik-titik pada kelurahan padat penduduk bisa 1 sampai 2 kontainer, tapi juga kita harus berpikir bagaimanan baiknya hingga proses pembuangan yang terakhir ke TPA dari TPS," ungkapnya.


Imbuhnya, proyeksi sampah yang muncul dan kesiapan sarana yang ada memang sedang diupayakan dan dapat dikatakan masih kurang dengan luasan dan cakupan wilayah kerja, tapi kita berharap dalam penanganan sampah ini bisa teratasi sambil menunggu penambahan sarana nantinya.(rob)