NABIRE – Salah satu SD di Kampung Taumi, Distrik Wapoga, telah dibangun pemerintah Kabupaten Nabire melalui dinas terkait, sejak berapa tahun lalu. Namun hingga saat ini, tidak ada tenaga pengajar PNS yang bertugas mengajar anak-anak Suku Auye di Kampung Taumi.  Sehingga anak–anak usia sekolah yang ada di wilayah itu, terlantar memperoleh pendidikan yang layak.    

Seperti dikatakan ketua Yayasan Yaberkat, Pdt. Jhon Bani, sudah lama tidak ada guru yang mengajar di SD itu.  Sejak tiga tahun lalu, ada dua guru kontrak yang mengajar anak-anak di sekolah SD Negeri tersebut. Kedua guru itu dikontrak dari Yayasan Yaberkat, beralamat di Karang Tumaritis Nabire.

“Kedua guru kontrak sejak dari tiga tahun lalu sudah aktif mengajar anak-anak yang ada di wilayah itu.  Walaupun anak-anak kadang datang di sekolah, kadang tidak datang ke sekolah.  Karena anak-anak sering ikut orang tuanya ke kebun dan berburu. Tetapi kedua guru honor sangat rajin mengajar anak-anak di sekolah SD itu,” kata Ketua Yayasan Yaberkat, Pdt. Jhon Bani, kepada Papuapos Nabire di Nabire.

Menurutnya, kondisi pendidikan anak-anak Suku Auye kurang memperoleh pendidikan yang layak, melalui SD di Kampung Taumi dan sekitarnya di Distrik Wapoga.  Akibat kurangnya tenaga guru PNS, maka Yayasan  Yaberkat merasa terpanggil untuk melakukan berbagai upaya dalam rangka bagaimana anak-anak Suku Auye bisa memperoleh pendidikan yang layak seperti anak- anak yang ada di Kota Nabire. Yayasan telah melakukan berbagai terobosan, salah satu menyediakan guru kontrak. Dan sebagian besar anak–anak Suku Auye telah disekolahkan di sejumlah sekolah di Nabire. Yayasan juga sedang berupaya menyediakan tenaga guru kontrak lagi dari yayasan untuk ditugaskan mengajar di SD Negeri di Kampung Taumi.  

“Status sekolah SD itu SD Negeri, tetapi sudah berapa tahun lamannya, tidak ada guru guru PNS.  Sehingga anak-anak yang di situ juga sulit memperoleh pendidikan yang layak seperti anak-anak di sekolah lainnya di Nabire. Melihat kondisi sekolah itu, yayasan merasa terpanggil, telah berupaya menyediakan tenaga guru kontrak melalui yayasan dan upaya dan langkah lainnya. Untuk anak-anak Suku Auye bisa memdapat pendidikan yang layak,” katanya.

Ketua Yayasan Yaberkat, Jhon Bani, mengharapkan kepada pemerintah daerah melalui dinas dan pihak-pihak terkait, dapat mendukung dan kerjasama yang baik dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia yang berkwalitas. Khususnya SDM anak-anak Suku auye di Distrik Wapoga. Terutama penyediaan tenaga guru PNS, penyediaan fasilitas sekolah, agar anak-anak Suku Auye juga dapat pelayanan pendiddikan yang layak. (hbb)