NABIRE - Gegara penyebaran wabah virus corona yang melanda seluruh belahan bumi ini, akhirnya juga mengganggu aktifitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada dunia pendidikan dari tingkat sekolah Kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi.

Termasuk pada dunia pendidikan sekolah kejuruan atau SMK yang ada di Kabupaten Nabire, sehingga membuat ke33 murid kelas III SMK Pongtiku tidak bisa mengikuti Praktek Kerja Industri (Prakerin) diluar sekolah.

Sehingga ke33 murid kelas II SMK Pongtiku hanya bisa mengikuti Prakerin di tingkat sekolah dan pihak sekolah hanya bisa berupaya dan berusaha mendatangkan pihak penyanyi materi Prakerin selama 3 bulan yang didamping langsung oleh para ketua–ketua jurusan dan juga panitia Prakerin.

Demikian dikatakan Kepala Sekolah SMK Pongtiku Nabire Ester Palinggi, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Kamis (6/11) di ruang kerjanya seraya menambahkan, dalam proses penyusunan laporan Prakerin hingga ujian meja diharapkan hasilnya menjadi bekal bagi ke 33 orang murid di masa yang akan datang.

Sehingga untuk saat ini ke33 murid dari 3 program studi atau jurusan dapat diberikan waktu selama satu minggu atau sepekan guna menyusun hasil laporan proposal dan setelah itu akan dibagikan dalam kelompok lagi dan ke 33 murid akan mengikuti ujian proposal selama 4 hari.

Pada kegiatan Prakerin selama 3 bulan hingga penyusunan dan ujian meja, bukan dilakukan secara seremonial saja, tetapi selama Prakerin hingga maju meja, ke33 murid lebih dipersiapkan agar dapat memahami benar bentuk penyusunan laporan yang baik dan benar.

Untuk itu, ke33 murid kelas III SMK Pongtiku Nabire memiliki waktu dan kesempatan yang sama guna melakukan konsultasi langsung dengan para guru–guru program studi bersama para penyanji materi Prakerin , sehingga semua laporan hasil Prakerin bisa diselesaikan tepat waktu.(des)