NABIRE - Dengan adanya virus African Swine Faver (ASF) yang menyerang ternak Babi di Kabupaten Nabire secara khusus dan seluruh wilayah Papua Tengah, kembali ditemukan bangkai Babi mati dalam bak-bak container sampah yang ada di daerah ini.

Untuk itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire melalui Kepala Bidang Persampahan dan Limbah B3 Nabire, Matius Misi, SE, meminta kepada para peternak Babi agar tidak lagi membuang ternak babi yang sudah mati ke bak-bak sampah yang ada di beberapa kelurahan.

Sebab, ketika bangkai babi itu sudah membusuk membuat para tenaga pengangkut sampah mengalami kesulitan untuk membuang sampah, karena adanya bau bangkai babi yang sangat luar biasa.

Untuk itu diingatkan, kepada seluruh masyarakat peternak babi agar tidak lagi membuang bangkai ternak babi mati dalam bak-bak sampah, karena dengan membuang bangkai Babi akan memperpanjang Virus ASF untuk merajarela di Bumi Nabire dalam kurung waktu yang lama.

Dikatakan Matius Misi, kepada Papuapos Nabire, Senin (9/12/24) di ruang kerjanya, jika ada ternak babi yang mati hendaknya dilaporkan saja langsung ke Posko Pengaduan Dinas Peternakan Kabupaten Nabire.

Sebab, selaku Kabid Persambahan dan limbah B3 Nabire juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Evakuasi dan Penguburan sepanjang adanya virus ASF yang menyerang ternak Babi dan akan terus berkerja keras agar ternak babi yang mati harus dikubur, bukan asal dibuang di sembarangan tempat.

Karena berdasarkan data yang dikumpulkan Tim Evakuasi dan Penguburan, hingga hari ke10 telah dikuburkan 1.116 ekor ternak Babi yang mati akibat virus ASF dan ini yang masuk data belum lagi yang dibuang masyarakat di sungai, dikubur sendiri dan perlakuan lainnya.

Secara khusus untuk Kabupaten Nabire telah keluar Surat Edaran (SE) Bupati Kabupaten Nabire Nomor: 500.7.2.4/1765/Set tentang Pencegahan Pengendalian dan Penanganan Wabah Penyakit Virus ASF di wilayah Kabupaten Nabire.

“Untuk itu marilah kita sama-sama bergandengan tangan untuk memerangi virus ASF agar tidak berkepanjangan di daerah ini, dengan cara semua ternak Babi yang mati harus dilaporkan langsung ke Posko pengaduan agar dikubur sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.(des)