Aisyiyah Berdiri Tegak di Usia 108 Tahun, Kokohkan Peran Perempuan Berkemajuan dan Ketahanan Pangan
NABIRE - Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah, Sukarti, S.Pd.,M.Pd, menegaskan bahwa Aisyiyah kini telah menapaki usia ke-108 miladiyah atau 111 hijriyah. Berdiri tegak sejak tahun 1917 M (27 Rajab 1335 H), Aisyiyah terus membuktikan eksistensinya sebagai organisasi perempuan yang berdedikasi tinggi. Mensyukuri nikmat Allah menjadi landasan utama dalam setiap langkah pengabdian, sebagai bentuk pengakuan atas segala karunia yang telah dilimpahkan.

NABIRE - Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah, Sukarti, S.Pd.,M.Pd, menegaskan bahwa Aisyiyah kini telah menapaki usia ke-108 miladiyah atau 111 hijriyah. Berdiri tegak sejak tahun 1917 M (27 Rajab 1335 H), Aisyiyah terus membuktikan eksistensinya sebagai organisasi perempuan yang berdedikasi tinggi. Mensyukuri nikmat Allah menjadi landasan utama dalam setiap langkah pengabdian, sebagai bentuk pengakuan atas segala karunia yang telah dilimpahkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Sukarti dalam sambutannya di Aula SD Muhammadiyah lantai dua, Rabu (18/06/2025). Hadir dalam kesempatan itu Waluyo, S.Pd, perwakilan pimpinan Muhammadiyah, sekaligus membuka kegiatan Baitul Arqam Aisyiyah.
Aisyiyah terus menggaungkan Risalah Perempuan Berkemajuan. Konsep ini, yang menjadi salah satu keputusan Muktamar Aisyiyah ke-48 tahun 2022 di Surakarta, menginspirasi gerakan dakwah Aisyiyah yang berlandaskan pemahaman mendalam Al-Qur'an Surat An-Nahl (16): 97.
"Aisyiyah mendorong perempuan untuk terus meraih ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar Sukarti. Organisasi ini juga memotivasi anggotanya untuk berkiprah di ruang publik, mengaktualisasikan segenap potensi pikir, zikir dan amal.
Tujuannya mengukir peradaban di seluruh aspek kehidupan. Upaya ini diharapkan dapat mewujudkan masyarakat dan bangsa yang maju, adil, makmur, bermartabat dan berdaulat.

Waluyo dalam sambutannya, turut mengapresiasi peran sentral Aisyiyah. Ia menyoroti kiprah panjang organisasi perempuan Muhammadiyah ini dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi.
"Melalui berbagai amal usaha dan programnya, Aisyiyah telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan perempuan dan masyarakat," kata Waluyo.
Tema Milad Aisyiyah kali ini secara khusus menyoroti pentingnya ketahanan pangan. Waluyo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi krusial dalam membangun keluarga, masyarakat dan bangsa yang kuat.
Konsep Desa Qaryah Thayyibah menjadi fokus utama dalam upaya memperkuat ketahanan pangan. Waluyo menjelaskan bahwa pendekatan pembangunan berbasis komunitas ini menjadi kunci.
Melalui pemberdayaan perempuan, partisipasi aktif warga dan pemanfaatan kearifan lokal, tujuan mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya dapat tercapai.
Aisyiyah memiliki peran strategis dalam menggerakkan potensi perempuan. Hal ini bertujuan agar mereka dapat turut serta aktif dalam gerakan penguatan ketahanan pangan di tingkat komunitas.
Keseluruhan acara ini menjadi momentum penting bagi Aisyiyah. Ini memperkuat komitmen organisasi dalam mewujudkan masyarakat yang berkemajuan, mandiri dan berdaya melalui berbagai program dan inisiatifnya.(sam)
Bagikan artikel ini



