Analisa dan Seminar Pengolahan Cocofiber Kopra dan Briket
NABIRE - Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, melakukan kegiatan seminar dan analisa pengolahan Cocofiber, Kopra dan Briket. Tujuan dari kegiatan itu, yakni mengkaji semua yang ada di Coco Center.

NABIRE - Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, melakukan kegiatan seminar dan analisa pengolahan Cocofiber, Kopra dan Briket. Tujuan dari kegiatan itu, yakni mengkaji semua yang ada di Coco Center.
"Mereka, apa yang dilakukan pada saat berjalannya perusahaan Coco center ini. Yang paling penting menyediakan bahan baku sebagai ujung tombak," kata Staf Ahli terbentuknya sentra kelapa di Worbak Nabire, Cornelina.
Kemudian untuk kopra, cocofiber dan briket. Mereka harus tahu mengkaji semua proses produksi yang akan dilaksanakan harus sesuai standar kerja yang benar dan baik.
Cornelina menyampaikan dalam kegiatan materi dan analisa ini terbagi menjadi empat kelompok. Yakni, kelompok pertama bahan baku utama, kelompok kedua kopra, kelompok ketiga cocofiber untuk sabut kelapanya, dan kelompok keempat briket untuk batok kelapanya. Sudah pernah ada pengiriman kopra ke Surabaya.
"Kemudian air kelapa yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan kecap. Yang kecap itu selalu dibutuhkan oleh masyarakat," kata Cornelina saat menyampaikan materi di Pantai Worbak Nabire, Selasa (27/08/2024).
Cornelina mengatakan, akan mempersiapkan pemberangkatan lima orang, yaitu untuk briket dan cocofiber. Juga dua orang dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) untuk Coco center dan pakan ternak.
Dirinya setelah pulang dari kegiatan ini akan melakukan dan minta bantuan dengan Universitas Gajah Mada (UGM), untuk mempersiapkan mereka berangkat ke Jogja. "Pemberangkatan akan dilaksanakan setelah kegiatan, kemungkinan diakhir September atau awal Oktober 2024 ini," ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Aris Pakombong, S.E.,M.Si, mengatakan maksud dan tujuan dari seminar dan analisa ini memberikan pengetahuan dan ketrampilan, agar dapat mengembangkan kemampuan dalam mengerjakan, pekerjaan yang baik dan berkualitas.
Dalam kegiatan materi dan analisa bersumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik. "Saya berharap dengan kegiatan ini, bisa membawa perubahan bagi peserta yang mengikuti seminar dan bisa membuka lapangan kerja," pungkasnya.(sam)
Bagikan artikel ini



