Atasi Wabah ASF, Pemkab Siapkan Anggaran 1 Miliar
NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire telah menyiapkan anggaran sebanyak 1 Miliar, untuk mengatas wabah African Swine fever (ASF) yang menjadi momok menakutkan bagi peternak dan penjual daging babi belakangan ini.

NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire telah menyiapkan anggaran sebanyak 1 Miliar, untuk mengatas wabah African Swine fever (ASF) yang menjadi momok menakutkan bagi peternak dan penjual daging babi belakangan ini.
Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos.,M.Si menyampaikan, wabah ASF terus menjadi ancaman serius bagi peternak babi di Kabupaten Nabire, dari populasi 34.000 ekor di Nabire, tiga ribu sampai empat ribu ekor babi telah mati, terkena virus mematikan tersebut.
“Dengan dana yang sudah dialokasikan, mudah-mudahan, virus yang mematikan ini bisa cepat teratasi,” ujar Mesak Magai, ketika ditemui awak media di acara penyerahan bibit dan alat pertanian di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Jum'at (13/12/2024).
Dirinya menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya mengendalikan penyebaran virus ASF yang menyerang ternak babi di wilayah Nabire. Ia juga mengajak seluruh masyarakat, terutama peternak, untuk bersama-sama mencegah penyebaran virus tersebut.
Melakukan biosekuriti yang ketat di kandang ternak tidak membeli babi dari daerah yang terjangkit ASF, segera melapor bila ada babi yang sakit atau mati, membersihkan kandang serta peralatan ternak, penyemprotan disinfektan secara menyeluruh. “Saya berharap kepada peternak bila ada babi yang mati segera lapor kepada dinas terkait, jangan membuang babi yang sudah mati secara sembarangan,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan dapat membantu para peternak menghadapi kerugian sekaligus mencegah penyebaran lebih lanjut, sehingga ekonomi masyarakat yang bergantung pada peternakan babi dapat kembali stabil.
Penyebab dan penularan ASF merupakan penyakit virus yang sangat menular pada babi, dengan tingkat kematian yang tinggi. Virus ini dapat menyebar melalui kontak langsung antara babi yang sakit dengan babi sehat, atau melalui benda-benda yang terkontaminasi virus, seperti pakan, air minum dan peralatan peternakan.
Dampak wabah ASF tidak hanya berdampak pada peternak, tetapi juga pada perekonomian masyarakat, terutama bagi mereka yang menggantungkan hidupnya pada sektor peternakan babi. Selain itu, wabah ini juga dapat mengancam ketahanan pangan, mengingat daging babi merupakan salah satu sumber protein hewani yang penting.
Bupati berharap, dengan upaya bersama, wabah ASF di Kabupaten Nabire dapat segera teratasi dan peternak dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait terus berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada para peternak yang terdampak wabah ini.(amd)
Bagikan artikel ini



