NABIRE – Badan dan penjaring ikan di laut untuk sementara waktu diminta untuk tidak melakukan kegiatan di perairan Distrik Yaur dengan batas yang telah ditentukan. Hal ini seperti dikatakan Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Distrik Yaur, Yosep Wami.


Dikatakan Yosep, ketika bertandang ke Kantor Redaksi Papuapos Nabie, belum lam ini menyampaikan, atas nama masyarakat dan meneruskan harapan serta aspirasi masyarakat di sekitar Distrik Yaur meminta kepada para nelayan, atau pemilik bagan untuk tidak memasuki perairan Yaur sekitar 12 mil dari darat.


Mengingat, menurut Wami, sejauh ini tidak ada pembicaraan ataupun kesepakatan dengan masyarakat, namun hanya dengan oknum maupun orang per orang saja.


Untuk itu, dengan pertimbangan bahwa masyarakat selama ini kurang menikmati hasil kekayaan alam itu demi kelangsungan hidup masyarakat, maka Ketua Bamuskan Distrik Yaur, Yosep Wami menyampaikan aspirasi masyarakat terkait larangan untuk sementara waktu bagi Bagan (kapal pencari ikan) dan penjaring di wilayah perairan sekitar 12 mil Distrik Yaur.


Pasalnya menurut dia, sejauh ini belum ada pembicaraan dengan pihak-pihak nelayan yang kerap mencari dan menjaring ikan di wilayah Distrik Yaur. Ada beberapa bagan dan penjaring ikan keluar siang, malam hari mereka masuk untuk mengambil hasil laut di Yaur.


Ini kata dia, akan diatur terlebih dulu sehingga masyarakat setempat dan pihak bagan dan nelayan bisa mencari dengan enak. Menjawab pertanyaan media ini, apakah selama ini ada aturan larangan terhadap nelayan atau mungkin ijin dari dinas terkait, imbuh Yosep Wami, itu yang ke depan akan diatur baik lain, sehingga untuk sementara waktu tidak diijinkan untuk mencari ikan di perairan Yaur, berbeda untuk nelayan lokal atau pencari ikan dari masyarakat sekitar.(wan)