NABIRE - Komite sekolah SDN Inpres 02 Bumi Mulia, Tri Djoko, mengundang wali orang tua murid untuk rapat bersama membahas dua program kegiatan sekolah. Rapat digelar Kamis (10/8/23) di ruang sekolah.

Kepala SDN Inpres 02 Bumi Mulia, Kadir, S.Pd.I, dalam arahan singkatnya mengatakan, kita akan membahas dua program kerja. Pertama program kerja komite sekolah dan yang kedua sosialisasi bulan imunisasi anak sekolah. 

“Melalui rapat ini, semua usulan, saran, pendapat, masukan dan kritikan dari orang tua wali kita kumpulkan semua ide. Untuk mencari solusi terbaik agar bisa memajukan pendidikan sekolah kita ini kedepan,” tuturnya. 

Pada kesempatan yang sama, komite sekolah Tri Djoko mengatakan, kemajuan pendidikan anak-anak ada di tangan orang tua wali murid dan sekolah. Sehingga perlu satu persepsi sehingga akan ada kemajuan di bidang pendidikan.

Kepada media ini seusai rapat, Tri Djoko, mengatakan, tahun 2023 ini pelaksanaan imunisasi sekolah. Ini merupakan program nasional yang dilaksanakan setiap tahun. Bulan pelaksanaannya di bulan Agustus dan November. Sedangkan imunisasi yang diberikan bulan Agustus itu kepada anak-anak kelas 1 berupa imunisasi campak. Pada bulan Agustus itu juga diberikan jenis imunisasi baru, yakni imunisasi serviks bagi anak perempuan dari anak kelas 5. Sedangkan bulan November nanti diberikan kepada kelas 1, 2 dan 5 secara keseluruhan.

“Bulan Agustus untuk kelas 1 diberikan imunisasi penyakit tetanus dan TB. Demikian juga untuk kelas 5 diberikan imunisasi TB mencegah penyakit TB dan bakteri. Dimohon dukungan dari semua orang tua murid terutama orang tua wali murid kelas 1, 2 dan kelas 5,” tuturnya.

Kepsek Kadir, S.Pd.I, menjelaskan, program kerja selama ini didukung orang tua wali murid. Hal ini diharapkan untuk bisa dipertahankan terus.

“Program kegiatan sekolah, orang tua wali murid selalu mendukung. Program kerja disekolah mengalami kendala atau mengalami kesulitan apapun itu, kita bicara bersama-sama untuk mencari solusi terbaik. Teristimewa soal sertifikat sekolah karena selama ini belum ada sertifikat tanah. Keuntungan kita adalah tanah kosong, tapi sudah mulai urus persyaratan-persyaratannya agar memiliki sertifikat tanah sekolah kedepannya yang sah dan resmi,” pungkasnya. (modes)