NABIRE – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nabire tengah gencar melakukan persiapan untuk pelaksanaan Stunting Aksi IV hingga VIII pada Selasa dan Rabu, 15 hingga 16 Oktober 2024 besok. Kegiatan tersebut yang bertujuan untuk menurunkan angka stunting di wilayah ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kualitas hidup generasi mendatang.

Kepala Bappeda Nabire, Dr. H. Mukayat, S.Pd.,M.Si,M.Pd, mengungkapkan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah strategis dalam rangka menyukseskan kegiatan ini.

"Kami telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, mulai dari perangkat daerah, lembaga swadaya masyarakat, hingga masyarakat desa," ujar Kepala Bappeda saat ditemui Wartawan Papuapos Nabire, Senin (14/10/2024).

Salah satu fokus utama dalam persiapan ini adalah identifikasi wilayah yang memiliki prevalensi stunting tinggi. Melalui pemetaan yang cermat, tim Bappeda dapat menyusun program intervensi yang tepat sasaran. "Dengan mengetahui secara pasti lokasi yang menjadi titik kritis, kami dapat mengalokasikan sumber daya yang ada secara efektif," tambahnya.

Selain itu, Bappeda juga tengah menyiapkan berbagai materi sosialisasi yang akan disebarluaskan kepada masyarakat. Materi tersebut mencakup pentingnya gizi bagi ibu hamil dan anak balita, cara mencegah stunting serta manfaat dari program-program pemerintah dalam mengatasi masalah ini.

"Sosialisasi akan dilakukan melalui berbagai media, baik itu media cetak, elektronik, maupun secara langsung melalui kegiatan-kegiatan di masyarakat," jelasnya.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan stunting aksi IV hinga VIII, Bappeda juga akan melibatkan para kader kesehatan dan tokoh masyarakat. Mereka diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga-keluarga yang memiliki anak stunting.

"Peran kader dan tokoh masyarakat sangat penting dalam mengubah perilaku masyarakat. Mereka dapat memberikan contoh yang baik dan memotivasi masyarakat untuk ikut serta dalam upaya penurunan stunting," ungkapnya.

Lebih lanjut, Kepala Bappeda Nabire juga akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan ketersediaan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat, terutama ibu hamil dan anak Balita.

Hal ini meliputi pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian imunisasi, serta penyediaan makanan tambahan. "Ketersediaan layanan kesehatan yang memadai merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam upaya penurunan stunting," tegas Mukayat.

Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Bappeda optimis bahwa stunting aksi IV hingga VIII dapat berjalan dengan sukses dan mencapai target yang telah ditetapkan. "Kami berharap melalui kegiatan ini, angka stunting di Kabupaten Nabire dapat terus menurun dan generasi mendatang dapat tumbuh sehat dan cerdas," pungkasnya.(sam)