NABIRE - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nabire, Rabu (12/6/2024) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan penerapan pilot project layanan tematik. Kegiatan ini sendiri guna mendorong inovasi daerah untuk pencapaian tujuan penyelenggaraan otonomi daerah.


Hal ini seperti terang Kepala Bappeda Nabire, Dr. H. Mukayat, S.Pd.,M.Pd,M.Si, di sela-sela Bimtek yang dilaksanakan di Aula Bappeda Nabire.


"Kegiatan Bimtek guna mendorong inovasi daerah untuk pencapaian tujuan penyelenggaraan otonomi daerah, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah," ujarnya.


Kepala Bappeda menambahkan, kegiatan ini memiliki tujuan, yakni melaksanakan uji coba layanan, pemerintahan elektronik yang telah dibangun oleh Kemendagri, untuk dimanfaatkan oleh daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).


"Tema layanan yang diterapkan adalah pendapatan daerah (e-patda), data tunggal kemiskinan (e-vaksin), (e-ternak) dan BUMdes (e-BUMdes) pada tahun 2024," ucap Mukayat.


Lanjutnya, calon daerah yang dipilih sebagai daerah penerapan pilot project, layanan aplikasi yang dimaksud terdiri dari Kabupaten Nias, Kabupaten Sigi, Kabupaten Kepulauan Aru, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Nabire.


Dalam hal ini, Kepala Bappeda mengharapkan, kesediaan dan kesiapan daerah saudara, untuk dapat bersama-sama dengan badan strategi kebijakan kementerian dalam begeri, melaksanakan kegiatan dimaksud, terlampir format konfirmasi kesediaan dan materi keterangan yang dibutuhkan.


Di kesempatan yang sama, Tim Ahli Kemendagri, Nuril Fikri Aulia, SE,M.Si, menyampaikan memberikan layanan aplikasi yang digunakan secara gratis, dan juga dari Bapenas, didahulukan pada daerah 3T.


"Misalkan sudah diuji coba di daerah 3T, maka akan disebarluaskan kepada seluruh daerah lain yang membutuhkan," pungkasnya.
Dalam acara ini dihadiri beberapa kepala dinas terkait, mulai dari Dinas Sosial, Dinas Peternakan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung dan pihak Bappeda sendiri.(sam)