Bawaslu Sosialisasi Pengawas Partisipatif Pilkada di Uswim
NABIRE - Bawaslu mensosialisasi pada mahasiswa dan masyarakat pengawas partisipatif, di Uswim Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah. Tugas Bawaslu melakukan pengawasan sampai penetapan pelaksanaan dalam Pemilu. Tugas Bawaslu dan KPU itu berbeda, Bawaslu mengawasi persiapan tahapan-tahapan mengawasi setiap penyelenggara Pemilu, dalam Peraturan Badan Pengawas nomor 2 tahun 2024.

NABIRE - Bawaslu mensosialisasi pada mahasiswa dan masyarakat pengawas partisipatif, di Uswim Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah. Tugas Bawaslu melakukan pengawasan sampai penetapan pelaksanaan dalam Pemilu. Tugas Bawaslu dan KPU itu berbeda, Bawaslu mengawasi persiapan tahapan-tahapan mengawasi setiap penyelenggara Pemilu, dalam Peraturan Badan Pengawas nomor 2 tahun 2024.
Rektor Uswim Nabire, Dr. Drs Petrus I. Suripatty, M.Si dalam kesempatan itu menyampaikan, semua sepakat partisipasi masyarakat adalah indikator bagian dari demokrasi. Kedua, penghormatan atas perbedaan pilihan dalam kehidupan berdemokrasi, walaupun beda pilihan itulah yang disebut demokrasi dalam pilihan.
Suripatty menambahkan, bisa apa tidak Pemilu tanpa masyarakat? Pemilu tanpa masyarakat itu tidak akan bisa dan tidak menjadi penting, maka dari itu memilih dan mengawasi itu penting jadi ikut memilih itu sangat penting.
Lanjutnya, dan Pemilu tanpa pengawasan yang baik dan cermat hanyalah sebuah kekacauan atau kekacauan terjadi bila tidak ada pengawasan. Dalam setiap Pemilu ada kepentingan tertentu, untuk bagaimana mencari kepentingan, baik pribadi ataupun kelompok.
Petrus menandaskan, kontrol partisipasi masyarakat itu penting, dan masyarakat itu bagian dari kontrol dalam demokrasi. Masyarakat harus terlibat dalam perlindungan hal-hal politik dalam kegiatannya. Masyarakat harus membantu dan terlibat dalam pengawasan Pemilu yang bersih dan transparan.
Pihaknya mendorong terwujudnya Pemilu yang sehat. Semua yang mau maju ini sudah dikenal oleh semua masyarakat, dan para calon ini rata-rata masih muda. Dalam hal ini dalam politik lebih baik mempertahankan gelar dari pada mendapatkan gelar. Artinya kita harus mencegah pemimpin yang korup dan buruk, mungkin bisa tahu terkait sepak terjangnya. Dan itu tidak berpihak kepada masyarakat.(feb)
Bagikan artikel ini



