Bawaslu Tanggung Jawab Pengawasan Pemilu Teliti
NABIRE - Di Aula RRI Jalan Merdeka Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Senin, 12 Februari 2024 pada pukul 11:00 WIT, siap menjalankan pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu), baik Pilres dan Pileg serta melaksanakan pengawasan secara teliti.

NABIRE - Di Aula RRI Jalan Merdeka Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Senin, 12 Februari 2024 pada pukul 11:00 WIT, siap menjalankan pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu), baik Pilres dan Pileg serta melaksanakan pengawasan secara teliti.
Ketua Bawaslu Papua Tengah, Markus Madai mengatakan, dalam forum pemilihan umum untuk menciptakan kelancaran dan keadilan jalannya Pemilu 2024 ini.
Melalui proses demokrasi, dirinya katakan pengawasan yang cermat dan teliti, dan Bawaslu dapat mengidentifikasi potensi pelanggaran dan mengambil tindakan preventif atau korektif yang diperlukan untuk memastikan integritas dan keabsahan Pemilu.
Lanjut Markus, dengan demikian peran aktif Bawaslu dalam tahap-tahap Pemilu menjadi kunci dalam memastikan bahwa setiap tahapan berjalan sesuai dengan aturan dan prinsip demokrasi yang telah ditetapkan.
Madai menambahkan, pada 14 Februari 2024 seluruhnya akan melaksanakan kegiatan pencoblosan dalam Pemilu. Meskipun dirinya mengkhawatirkan adanya hambatan dan gangguan yang tak terduga. Namun Bawaslu tidak mundur dengan tekat dan komitmen berjalannya pesta demokrasi ini secara transparan dan demokratis.
Bawaslu mengikuti peraturan yang berlaku, bila ada yang kendala segera laporkan ke Bawaslu. Madai juga katakan, jangan takut dan ragu berhubungan dengan Bawaslu, karna Bawaslu lembaga pengawas yang berjaga menjaga keamanan dan kelancaran Pemilu.
Markus Madai menegaskan, mematuhi aturan yang berlaku karna pelanggaran aturan bisa berhubungan dengan hukuman. Oleh karena itu, bisa berujung penjara tiga tahun. Untuk itu jangan bermain di belakang layar.
“Mari kita berkerjasama untuk saling mendukung berlangsungnya demokrasi ini. Dan menjaga integritas, kita harus berpikir secara bijaksana dan tidak terpengaruh oleh uang karena hal tersebut tidak baik bagi demokrasi,” tutupnya.(feb)
Bagikan artikel ini



