Berdayakan Potensi Bangun Kampung
NABIRE – Pemerintah terus mengucurkan dana yang tidak sedikit setiap tahun anggaran ke setiap kampung supaya pembangunan juga Nampak berkembang, ekonomi masyarakat meningkat sehigga tingkat kesejahteraan masyarakat terlihat berkembang. Dana yang diterima masyarakat kampung, hampir mencapai milyaran rupiah, tergantung jumlah penduduk dan tingkat kesulitan. Cukup bervariasi jumlahnya antara kampung yang satu dengan kampung lain.
NABIRE – Pemerintah terus mengucurkan dana yang tidak sedikit setiap tahun anggaran ke setiap kampung supaya pembangunan juga Nampak berkembang, ekonomi masyarakat meningkat sehigga tingkat kesejahteraan masyarakat terlihat berkembang. Dana yang diterima masyarakat kampung, hampir mencapai milyaran rupiah, tergantung jumlah penduduk dan tingkat kesulitan. Cukup bervariasi jumlahnya antara kampung yang satu dengan kampung lain.
Pemerintah sebelum mengucurkan dana, alokasi dana desa (ADD), sudah disertai dengan pembagian prosentase penggunaan sebagai petunjuk teknis dengan harapan kepala kampung bersama warganya membangun kampung dengan dana ADD tersebut.
Lewat dana tersebut diharapkan masyarakat kampung dapat membuka infrastruktur berupa jalan dan jembatan di kampong yang dilalui warga kampong setiap hari. Dengan dana ADD itu pula, kepala kampong bersama warga membuka sector-sektor ekonomi yang menunjang pendapatan dan ekonomi masyarakat agar ekonomi masyarakat bertumbuh, ada sumber pendapatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
Untuk mengatur alokasi pembagian dana sesuai dengan prosentase yang diperuntukan, pemerintah juga membarenginya dengan menempatkan pendamping kampung di setiap distrik, sebagai pengarah dan pembimbing bagi kepala kampong bersama aparat di dalam mengelola keuangan di kampong agar dana ADD yang dikucurkan pemerintah terwujud melalui pembangunan infrastruktur kampung, peningkatan ekonomi masyarakat dan pemberdayaan elemen di kampung.
Untuk memberdayakan ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat kampung, sesuai dengan potensi dan karakteristik kampong, Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, H Mohammad Iskandar menilai perlu merangkul dan melibatkan petugas penyuluh lapangan (PPL) seperti pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan yang ditempatkan pemerintah di setiap kampung/distrik.
Melibatkan tenaga PPL di dalam membangun perekonomian masyarakat, paling tidak tenaga PPL dilibatkan di dalam penyusunan rencana dan aksi pengembangan perekonomian kampung sehingga pengembangan ekonomi produktivitas seperti usaha-usaha pertanian, ternak dan perikanan, masyarakat kampung bisa lebih terarah sesuai dengan potensi dan karakteristik kampung. Iskandar menilai apabila tenaga PPL dilibatkan dan usaha ekonomi masyarakat berkembang dengan terarah, lewat dana kampong, kepala kampong bersama warganya dapat membuka infrastrukturnya, membuka jalan dan jembatan sebagai akses keluar masuk sehingga produksi masyarakat di kampung bisa ke pasar dan sebaliknya penduduk dari luar masuk ke kampung sehingga pembangunan, Dengan berkembangnya ekonomi masyarakat dan terbukanya akses, kampung akan berkembang. Dengan berkembangnya masyarakat di suatu kampung, kata Iskandar secara tidak langsung kabupaten juga berkembang dan maju sehingga pembangunan di kabupaten nampak dari kota sampai ke kampung-kampung. (ans)
Bagikan artikel ini



