Beredar Siaran Pers Mengatasnamakan Jubir TPNPB-OPM
NABIRE – Sejak Kamis (31/3/22) kemarin, beredar siaran pers berupa rekaman suara yang beredar di sejumlah grup WA (medsos). Di dalam rekaman siaran pers itu seorang mengaku sebagai Sebby Sambom, Juru Bicara (TPNPB-OPM). Terkait beredarnya rekaman suara itu, media ini belum berhasil mengkonfirmasi kepada pihak yang menyebutkan bernama Sebby Sambom dalam rekaman itu.
NABIRE – Sejak Kamis (31/3/22) kemarin, beredar siaran pers berupa rekaman suara yang beredar di sejumlah grup WA (medsos). Di dalam rekaman siaran pers itu seorang mengaku sebagai Sebby Sambom, Juru Bicara (TPNPB-OPM). Terkait beredarnya rekaman suara itu, media ini belum berhasil mengkonfirmasi kepada pihak yang menyebutkan bernama Sebby Sambom dalam rekaman itu.
Dalam rekaman itu disebutkan, pihaknya dari manajemen markas pusat komnas TPN OPM mengeluarkan siaran pers audio resmi untuk para jurnalis yang menerima rekaman suara ini. Siaran pers dibuat secara audio dengan alasan karena pihaknya mengalami kesulitan menulis artikel lantaran jaringan internet yang hilang muncul setiap detik.
“Pada hari ini kami terima laporan resmi dari komandan operasi di Kodap VIII Intan Jaya, T. Kogoya dimana dia melaporkan bahwa pembakaran semua itu mereka yang lakukan dan itu termasuk aksi pembalasan terhadap penembakan anggtota TPN-OPM atas nama Tony Tabuni di Nabire. TPN-OPM mengatakan bahwa Tony Tabuni merupakan anggota TPN-PB dari Kodap VIII Intan Jaya,” ujarnya dalam rekaman itu.
Dirinya menyampaikan, hari ini mulai star perang. Pihaknya juga mengakui telah membakar Kantor Koramil, sekolah dan juga rumah-rumah guru. Karena menurut mereka, semua itu adalah proyek-proyek BIN, Bais, TNI/Polri yang menjalankan untuk tujuan pencitraan.
“Kami mendukung pernyataan mereka dan dari markas pusat perlu sampaikan kepada dunia dan Indonesia juga orang asli Papua bahwa situasi Papua saat ini adalah krisis kemanusiaan, dan krisis ini sedang berjalan. Oleh karena itu ini emergency sangat mendesak dan semua orang Papua harus bangkit entah itu gubernur semua pegawai pejabat dari gubernur sampai bupati, rakyat Papua saatnya untuk bangkit dan lawan,” tuturnya dalam rekaman.
Dirinya menyampaikan untuk siap bangkit dan lawan. Tidak ada alasan kompromi, tidak ada alasan sekolah, tidak ada alasan pembangunan, segala macam tidak ada. Sekolah dan pembangunan jika nanti Papua sudah merdeka, punya negara, punya uang, siap membiaya anak-anak untuk sekolah di seluruh dunia. (ist)
Bagikan artikel ini



