Berstatus Non PNS, Yonas Magai Laksanakan PIN Imunisasi
NABIRE - Kepala Pustu Podetakebo Kampung Diyeugi, Distrik Mapia Tengah Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, Yonas Magai benar bukan (non) pegawai pemerintah Kabupaten Dogiyai melakukan PIN imunisasi yang melayani pasien di wilayah pelayanan yang sangat luas alias antar kampung jaraknya cukup jauh.

NABIRE - Kepala Pustu Podetakebo Kampung Diyeugi, Distrik Mapia Tengah Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah, Yonas Magai benar bukan (non) pegawai pemerintah Kabupaten Dogiyai melakukan PIN imunisasi yang melayani pasien di wilayah pelayanan yang sangat luas alias antar kampung jaraknya cukup jauh.
Tapi atas semangat menjalankan tugas pelayanannya luar biasa, dirinya dapat diapresiasi dari masyarakat dimana ketika melayani. Hal ini disampaikan Yonas Magai, melalui pesan singkatnya Kamis (13/6/2024) kemarin.
Dikatakan Yonas, wilayah kerja pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang dilayaninya, yakni Kampung Diyeugi, Waneuwo, Diyouto, Piyakunu, Putapa, Atou, Megaikebo I dan II, Kampung Adauwo, Wadoukebo, Diyoudimi, Magode, Wogeikebo dan Kampung Uwotakaida/Obaikagopa.
“Walaupun berstatus non-pegawai (tenaga honorer), wilayah kerja pelayanan kesehatan kepada masyarakat sangat luas wilayahnya. Saya keliling antar kampung melayani masyarakat di bidang kesehatan dan sangat menyedihkan pengobatan dari tim medis kepada masyarakat di kampung-kampung itu alias belum menentu baik,” katanya.
Wajar masyarakat belum mendapatkan kesehatan yang baik oleh tim medis, karena dengan alasan luas wilayah antar kampung satu ke kampung lain memakan waktu perjalanan sehari. Petugas bahkan bermalam dimana kampung yang dilayani disitu karena pulang malam jarak kampung jauh sekali.
Tapi bagi dirinya, semangat peduli melayani masyarakat terpaksa ia keliling antar kampung, bahkan nasibnya diperioritaskan supaya dia lebih semangat melayani tugas mulia kepada masyarakat di kampung-kampung terpencil, terjauh dan terbelakang itu.
Sejarah baru yang dapat diciptakan Mantri Yonas Magai, yakni kegiatan PIN imunisasi, meski hanya tenaga honorer, tapi dia mampu melihat dan menanangi pasien sekian kampung di wilayah yang sangat jauh.
”Mudah-mudahan melalui media ini membuka hati Pemerintah Kabupaten Dogiyai melihat seorang tenaga honorer punya nasib kedepan agar dia benar-benar melayani lebih proaktif sebagai pegawai negeri sipil. Semua orang mungkin tidak dapat melaksanakan tugas itu,” pungkasnya.(modes)
Bagikan artikel ini



