NABIRE - Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-62 tahun 2014, dirayakan dalam bentuk upacara di aual Rastra Samara Polres Nabire, Sabtu(1/11) pukul 09.30 Wit. Turut hadir dalam peringatan HKGB ke–62, Ketua Cabang Bhayangkari Nabire, Ny. Eva H. R. Situmeang, Pembina Bhayangkari Cabang Nabire, AKBP. H. R. Situmeang, S.Ik.,MH, Wakapolres Nabire, Kompol. Albertus Andreana, S.Ik., para Kabag, Kasat, dan Perwira di jajaran Polres Nabire, pengurus Persit Kartika Candra Kirana, serta organisasi–organisasi wanita yang ada di Nabire. Pada puncak peringatan HKGB ke–62 tahun 2014, Bhayangkari Cabang Nabire juga menyerahkan bingkisan kepada warakawuri, bantaun beasiswa dari pengurus pusat kepada siswa berprestasi dan bantuan peralatan keluarga berencana kepada Seksi Sosial Bhayangkari Cabang Nabire. Puncak perayaan HKGB ke–62 tahun 2014 Bhayangkari Cabang Nabire, ditandai pemotongan tumpeng dan tradisi tiup lilin ulang tahun ke–62 HKGB.   Selaku pembina Bhayangkari Cabang Nabire, AKBP. H. R. Situmeang, S.Ik., MH dalam sambutannya mengatakan, dari sisi usia dimana, usia 62 tahun merupakan usia yang cukup dewasa dan matang. Di usia yang ke 62 tahun, yang paling utama dilakukan adalah mengevaluasi apa yang telah dilakukan dan apa yang akan dilakukan kedepannya. Seperti yang telah dikatakan dalam sambutan tertulis Ketua Umum Bhayangkari, bahwa Bhayangkari dan Polri merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Kesuksesan Polri juga didukung oleh Bhayangkari yang baik. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa ada juga masalah-masalah yang terjadi di internal Bhayangkari, di lingkungan keluarganya, dan hal ini berdampak kepada pelaksanaan tugas dari personil Polri itu sendiri. “Kalau kita lihat beberapa contoh, biasanya anggota Polri yang bermasalah, kalau kita telusuri berawal atau ada keterkaitan dalam permasalahan keluarganya, umumnya seperti itu. Untuk itu, sesuai dengan arahan ketua umum, agar Bhayangkari bisa menjadi Bhayangkari masa kini dan selalu menjaga nama baik Polri,” ungkap Situmeang.Kata Situmeang, jika dimaknai, bahwa arti menjadi Bhayangkari masa kini artinya sangat dalam jika kita renungkan. Menjadi Bhayangkari masa kini yang dimaksud adalah, Bhayangkari yang mempunyai wawasan luas, dan dari segi penampilan juga tidak kalah dengan wanita-wanita lainnya yang ada di luar organisasi Bhayangkari. Menurutnya, setiap Bhayangkari harus menjaga hubungan yang harmonis dalam lingkungan keluarganya. Selain meningkatkan ketrampilan dan kemampuan, Bhayangkari juga harus ulet, dan tetap mendukung tugas suami sebagai anggota Polri. Dirinya juga, menyarankan agar para Warakawuri juga bisa dilibatkan dalam setiap kegiatan Bhayangkari. Karena, Warakawuri merupakan senior-senior Bhayangkari yang kaya akan pengalaman berorganisasi, dan hal ini secara tidak langsung akan memberikan masukan positif yang terbaik demi kemajuan organisasi Bhayangkari, karena kemajuan Bhayangkari adalah kemajuan Polri, demikian sebaliknya.(cad)