BPK Memperbaki Lebih Terarah dan Berikan Masukan OPD
NABIRE - Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) adalah salah satu lembaga tinggi negara. Konteks pelaksanaan di lapangan tugas fungsinya untuk memperbaki, lebih terarah pada pembinaan, pemberian masukan pada OPD pemerintah daerah.

NABIRE - Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) adalah salah satu lembaga tinggi negara. Konteks pelaksanaan di lapangan tugas fungsinya untuk memperbaki, lebih terarah pada pembinaan, pemberian masukan pada OPD pemerintah daerah.
Demikian disampaikan Ketua Tim BPK RI Perwakilan Provinsi Papua, Pajar R. Imbrahim, Senin (9/10/23) saat pertemuan di ruang rapat Setda Nabire.
Dikatakan, kegiatan entri meeting ini dilakukan untuk memperkenalkan anggota tim yang melaksanakan kegiatan pemeriksaan audit serta menjelaskan tentang teknis pelaksanaan pemeriksaan audit.
Dikatakan Pajar R. Imbrahim, waktu yang lalu pemeriksaan laporan keuangan dilakukan oleh empat orang ditambah ketua tim menjadi lima orang. Namun sekarang tim yang datang ada delapan orang, karena banyak yang diperiksa.
“Tujuan dari pemeriksaan ini sering berbeda. Kalau pemeriksaan awal tahun itu terkait laporan keuangan. Sedangkan pada saat ini melaksanakan pemeriksaan kepatuhan,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, pemeriksaan kepatuhan tujuannya untuk menilai kepatuhan. Dicontohkannya, kalau pemeriksaan keuangan itu ditanya kegiatan fisik dan jika waktu mencukupi akan melaksanakan pemeriksaan fisik.
“Kalau perubahan di lapangan memang fokusnya lebih ke arah kebenaran laporan keuangan dan penyediaan walaupun tidak di dalamnya ada kegiatan pemetaan fisik. Mungkin nanti bapak ibu akan diminta kewajibannya untuk melakukan proses-proses pemetaan kegiatan fisik pelaksanaan akan dikonfirmasi untuk tim yang kami akan beritahu bapak ibu semuanya kami akan periksa,” ujarnya.
Dirinya mengatakan, dalam satu dua hari melalui Inspektorat ataupun BPKAD akan menyampaikan surat konfirmasi atau surat pernyataan yang intinya meminta menyampaikan data-data pegawai yang tidak berkantor atau jarang berkantor. Atau mungkin hanya tugas belajar atau sudah lewat waktunya.
“Setelah ada teman-teman dari Kabupaten Nabire yang berpindah ke Provinsi Papua Tengan atau pun kadang-kadang saya dapat informasi mungkin yang pindah ke kabupaten lain tapi gajinya dibayar di Nabire tentu itukan beban Nabire. Jadi kita harapkan bantuan dari bapak ibu untuk menertibkan kondisi ini,” pungkasnya. (modes)
Bagikan artikel ini



