Dinkes Gelar Giat Child With HIV, Caregivers Meeting
NABIRE - Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire melakukan kegiatan tentang Child With HIV atau Parents/Caregivers Meeting, yang dilakukan di Puskesmas Bumiwonorejo dan melibatkan Yayasan Sorong Sehati bekerjasama dengan Puskesmas Bumiwonorejo serta KDS RRBC, Rabu (17/07/2024) sekitar jam 10.00 WIT.

NABIRE - Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire melakukan kegiatan tentang Child With HIV atau Parents/Caregivers Meeting, yang dilakukan di Puskesmas Bumiwonorejo dan melibatkan Yayasan Sorong Sehati bekerjasama dengan Puskesmas Bumiwonorejo serta KDS RRBC, Rabu (17/07/2024) sekitar jam 10.00 WIT.
Alfred D Lambe, Kepala Seksi P2P Dinas Kesehatan Nabire mengatakan, pertemuan ini harus selalu dikerjakan, bukan hanya terpusat pada Bumiwonorejo, dan Bumiwonorejo ini pioner dan patut dicontoh.
Kegiatan yang berlangsung di Puskesmas Bumiwonorejo diharapkan bisa menjadi teladan dan dukungan pengobatan. "Hal yang baik ini bisa menjadi teladan, dan dukungan serta pengobatan dan banyak hal positif yang dilakukan untuk dukungan sebaya, agar bisa memotivasi yang terinfeksi untuk memakan dan mengambil obat-obatan," kata Alfred Lambe.
M. Syukur selaku Pimpinan Sorong Sehati mengatakan kegiatan ini ditujukan ke pengasuh ODHA. ODHA sendiri adalah orang dengan (Human Immunodeficiency Virus) pada anak, yang mendampingi anak ke layanan untuk akses obat dan merawat anak di rumah terutama untuk kepatuhan minum obat Antiretroviral (ARV) untuk anak.
Dan turut serta mengundang, ibu, bapak, kakek, nenek, tante atau petugas yang ikut mendampingi ODHA anak dan juga teman-teman yang sudah positif dan menjadi relawan untuk mendampingi teman-teman yang minum obat dan dibekali pengetahuan serta ketrampilan agar supaya mempunyai pengetahuan terkait terapi ARV ke anak.
Di lain sisi, M Syukur juga mengatakan kegiatan ini adalah upaya untuk meningkatkan pengetahuan orangtua dan Ortu asuh yang anaknya terkena HIV agar memperkuat komunitasnya.
"Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah upaya untuk meningkatkan pengetahuan orangtua/Ortu asuh anak dengan HIV dan memperkuat komunitasnya serta pengasuh anak dengan HIV membutuhkan informasi tentang gizi maupun yang bersifat medis khususnya dalam isu pengobatan ARV anak termasuk kepatuhan dan efek samping, infeksi oportunistik serta isu kesehatan lainnya," jelasnya.
Dalam hal ini peran orang tua sangat penting untuk mengedukasi anak terkait HIV dan pengobatannya, kepatuhannya dan gizi anak.
"Peserta memiliki pengetahuan dengan HIV terkait dengan pengobatan, kepatuhan, dan gizi anak dengan HIV serta terjalinnya dukungan psikososial dan berbagi pengalaman antar orangtua atau asuh anak dengan HIV," pungkasnya.(edi)
Bagikan artikel ini



