NABIRE – Dinas Ketahanan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Nabire kampanyekan “Kenyang Tidak Harus Nasi”, kenyang bisa diatasi dengan makan bahan makan lain, memakan makanan lokal seperti sagu, ubi-ubian. Dengan makan bahan lokal seperti ubi-ubian dan sagu bisa kenyang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Yasor Victor Sawo di ruang kerjanya, Kamis (10/8) mengatakan, kita kenyang tidak hanya makan nasi tetapi makan makanan lokal juga akan kenyang. Aspek pemanfaatan dari apa yang kita makan untuk sehat, bukan kita makan untuk kenyang tetapi apa yang kita santap mengandung nilai gizi.

Sawo mengatakan kita kenyang tidak hanya dari nasi tetapi konsumsi bahan pangan lokal juga kita akan kenyang. Yang paling penting, apa yang kita konsumsi mengandung gizi terutama karbohidrat.

Sawo menjelaskan Dinas Ketahanan Pangan kampanye kenyang tidak harus makan nasi dengan tujuan mengajak warga agar mengkonsumi pangan lokal berupa sagu dan ubi-ubian supaya tidak selalu bergantung kepada nasi.

Sebab, apabila semua bergantung pada nasi, pertambahan dan jumlah penduduk tidak berimbang dengan penyediaan pangan berupa beras khususnya produksi beras. Sawo mencontoh, penduduk Kabupaten Nabire sebanyak 200.000 jiwa membutuhkan ketersediaan beras kurang lebih 300 ton. Jumlah kebutuhan beras tersebut diperhitungkan dengan perkapita 151 kg per tahun. Dari jumlah kebutuhan beras di daerah ini, jumlah produksi beras lokal diperkirakan sekitar 150 ton, berarti 150 ton lagi dipasok dari luar Nabire. Dengan dipasoknya beras dari luar Nabire akan berdampak pada harga jual beras di pasar.

Untuk meminimalisir dampak kenaikan harga jual di pasar dan ketersediaan di pasar, Sawo mengajak untuk mengatasinya dengan makan pangan lokal berupa sagu dan ubi-ubian untuk memenuhi kebutuhan makan perorangan dan keluarga. Ia mengungkap, 1 porsi nasi sama dengan 100 gram sagu. Pangan lokal sagu juga mengandung karbohidrat yang dibutuhkan setiap orang.

Sebab, kata Sawo, kita makan bukan untuk kenyang semata, pangan yang kita makan tidak hanya kenyang tetapi juga harus mengandung nilai gizi.


B2SA


Disamping kampanye “Kenyang Tidak Harus Nasi”, Dinas Ketahanan Pangan juga mengajak warga dalam konsumsi dari semua jenis pangan yang ada dengan pola makan B2SA yakni beragam, bergizi, seimbang dan aman.

Sawo mengatakan, Dinas Ketahanan Pangan mengajak warga dengan pola konsumsi B2SA, karena sebagai pangan yang kita konsumsi mengandung bahan kimia. Oleh sebab itu, masyarakat dihimbau untuk menjaga pola makan dengan aneka jenis makanan yang bergizi, seimbang dan aman untuk konsumsi. (ans)